Menu

Dark Mode
Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak 20 Hari, Antisipasi Krisis Selat Hormuz China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia Maskot Gundam “Haro” Direncanakan Terbang ke ISS untuk Uji Robot Luar Angkasa Jepang Siapkan Program 3 Tahun untuk Bantu Generasi “Employment Ice Age” Film Horor Exit 8 Siap Tayang di Amerika Utara, Trailer Terakhir Dirilis Film Gundam Hathaway 2 Rilis Trailer Dub Inggris, Siap Tayang di Bioskop AS Mei

News

Peringkat Kesenjangan Gender Jepang Masih Terburuk di Antara Negara G7 pada 2025

badge-check


					Students walk toward job interview in Tokyo. (Photo by Tsuyoshi Tamehiro) Perbesar

Students walk toward job interview in Tokyo. (Photo by Tsuyoshi Tamehiro)

Jepang tetap berada di peringkat ke-118 dari 148 negara dalam peringkat kesenjangan gender dunia tahun 2025, menurut laporan World Economic Forum (WEF) yang dirilis Kamis. Posisi ini menjadikan Jepang sebagai negara dengan kinerja terburuk dalam kelompok negara maju G7, terutama karena rendahnya partisipasi perempuan dalam dunia politik.

Laporan dari lembaga pemikir asal Swiss tersebut menunjukkan bahwa Jepang mencatat peningkatan dalam partisipasi ekonomi perempuan, namun hanya berada di peringkat ke-125 untuk pemberdayaan politik, mencerminkan sedikitnya jumlah menteri perempuan di kabinet dan kenyataan bahwa Jepang belum pernah memiliki perdana menteri perempuan.

Dibandingkan negara-negara maju lainnya di G7, Jepang tertinggal jauh. Italia adalah negara G7 dengan peringkat terendah kedua, yakni di posisi ke-85, namun tetap terpaut jauh di atas Jepang.

WEF menilai bahwa meskipun terdapat kemajuan global dalam partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik perempuan, dibutuhkan waktu sekitar 123 tahun lagi untuk mencapai kesetaraan penuh antara laki-laki dan perempuan secara global.

Jepang mencatat kemajuan paling signifikan dalam aspek partisipasi dan peluang ekonomi, seiring dengan meningkatnya kehadiran perempuan dalam dunia kerja. Namun, negara ini masih berada di posisi 127 dalam hal partisipasi perempuan di posisi manajerial, menunjukkan kesenjangan yang masih besar di level kepemimpinan.

Secara keseluruhan, skor Jepang sedikit membaik dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 0,666 pada 2025 dibanding 0,663 pada 2024. Skor ini menggunakan skala antara 0 hingga 1, di mana angka 1 menunjukkan kesetaraan penuh antara laki-laki dan perempuan.

Namun, sejak laporan pertama pada 2006, kemajuan Jepang sangat lambat, hanya naik dari skor 0,6447, jauh di bawah rata-rata tren peningkatan dari 100 negara yang dianalisis selama periode tersebut.

Dalam peringkat tahun ini, Islandia tetap berada di posisi teratas secara global, disusul oleh Finlandia dan Norwegia. Di kawasan Asia Timur dan Pasifik, Selandia Baru menjadi negara dengan peringkat tertinggi di posisi kelima, sementara Jepang berada di posisi ke-17 di kawasan tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak 20 Hari, Antisipasi Krisis Selat Hormuz

11 April 2026 - 18:00 WIB

China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia

11 April 2026 - 14:30 WIB

Jepang Siapkan Program 3 Tahun untuk Bantu Generasi “Employment Ice Age”

11 April 2026 - 10:10 WIB

Survei: Kekhawatiran Remaja Jepang terhadap Imigrasi Meningkat Tajam

10 April 2026 - 10:10 WIB

Bukan Manusia, Polisi di Sebuah Kota di Jepang Ini Tunjuk Anjing Shiba Inu Jadi “Inspektur”

10 April 2026 - 07:16 WIB

Trending on News