Menu

Dark Mode
Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007 Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama Pentas Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Singgah ke Kanada, AS, Inggris, Taiwan, dan Jepang Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper

News

Peringkat Kesenjangan Gender Jepang Masih Terburuk di Antara Negara G7 pada 2025

badge-check


					Students walk toward job interview in Tokyo. (Photo by Tsuyoshi Tamehiro) Perbesar

Students walk toward job interview in Tokyo. (Photo by Tsuyoshi Tamehiro)

Jepang tetap berada di peringkat ke-118 dari 148 negara dalam peringkat kesenjangan gender dunia tahun 2025, menurut laporan World Economic Forum (WEF) yang dirilis Kamis. Posisi ini menjadikan Jepang sebagai negara dengan kinerja terburuk dalam kelompok negara maju G7, terutama karena rendahnya partisipasi perempuan dalam dunia politik.

Laporan dari lembaga pemikir asal Swiss tersebut menunjukkan bahwa Jepang mencatat peningkatan dalam partisipasi ekonomi perempuan, namun hanya berada di peringkat ke-125 untuk pemberdayaan politik, mencerminkan sedikitnya jumlah menteri perempuan di kabinet dan kenyataan bahwa Jepang belum pernah memiliki perdana menteri perempuan.

Dibandingkan negara-negara maju lainnya di G7, Jepang tertinggal jauh. Italia adalah negara G7 dengan peringkat terendah kedua, yakni di posisi ke-85, namun tetap terpaut jauh di atas Jepang.

WEF menilai bahwa meskipun terdapat kemajuan global dalam partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik perempuan, dibutuhkan waktu sekitar 123 tahun lagi untuk mencapai kesetaraan penuh antara laki-laki dan perempuan secara global.

Jepang mencatat kemajuan paling signifikan dalam aspek partisipasi dan peluang ekonomi, seiring dengan meningkatnya kehadiran perempuan dalam dunia kerja. Namun, negara ini masih berada di posisi 127 dalam hal partisipasi perempuan di posisi manajerial, menunjukkan kesenjangan yang masih besar di level kepemimpinan.

Secara keseluruhan, skor Jepang sedikit membaik dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 0,666 pada 2025 dibanding 0,663 pada 2024. Skor ini menggunakan skala antara 0 hingga 1, di mana angka 1 menunjukkan kesetaraan penuh antara laki-laki dan perempuan.

Namun, sejak laporan pertama pada 2006, kemajuan Jepang sangat lambat, hanya naik dari skor 0,6447, jauh di bawah rata-rata tren peningkatan dari 100 negara yang dianalisis selama periode tersebut.

Dalam peringkat tahun ini, Islandia tetap berada di posisi teratas secara global, disusul oleh Finlandia dan Norwegia. Di kawasan Asia Timur dan Pasifik, Selandia Baru menjadi negara dengan peringkat tertinggi di posisi kelima, sementara Jepang berada di posisi ke-17 di kawasan tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper

2 July 2026 - 11:10 WIB

Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

2 July 2026 - 10:10 WIB

Trending on News