Menu ✖

Dark Mode
Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028 Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

News

Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir

badge-check


					Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir Perbesar

Menghadapi kekurangan sopir bus yang semakin parah, sebuah perusahaan transportasi di Hiroshima beralih ke Indonesia untuk mendapatkan bantuan. Mereka mempekerjakan dua warga negara asing yang berharap mulai mengangkut penumpang di rute reguler pada akhir tahun.

Saeful Ulum (49) dan Thiery Corompis (36) bergabung dengan Hiroshima Kotsu pada April sebagai calon sopir. Menurut perusahaan, ini merupakan perekrutan warga negara asing pertama oleh operator bus di Prefektur Hiroshima.

“Kami berangkat sekarang. Mohon berhati-hati,” ujar Ulum dengan lancar dalam bahasa Jepang saat latihan mengemudi.

Dengan kedua tangan memegang kemudi dengan kokoh, ia memeriksa kaca spion samping sebelum melaju. Kedua pria itu mulai berlatih di jalan umum sejak Juni untuk menjadi sopir bus rute sepenuhnya.

Hiroshima Kotsu, yang terutama mengoperasikan layanan di kota Hiroshima, memiliki 195 sopir, sekitar 20 persen lebih sedikit dibanding satu dekade lalu. Kekurangan ini membuat semakin sulit mempertahankan rute, sehingga perusahaan terpaksa mengurangi layanan dua kali pada 2024.

Dengan sedikitnya generasi muda yang memasuki profesi ini, tenaga kerja juga semakin menua, dengan usia rata-rata sopir saat ini 53 tahun.

Perusahaan melihat perekrutan dari luar negeri sebagai salah satu cara mengatasi masalah tersebut. Presiden Direktur Tadayuki Teshima (63) sendiri pergi ke Indonesia untuk mencari kandidat. Ia memilih negara itu sebagian karena, seperti di Jepang, kendaraan berkemudi kanan dan lalu lintas berjalan di sisi kiri.

Meski ada kesamaan itu, Ulum mengatakan banyak yang harus disesuaikan.

“Di Indonesia suasannya lebih santai,” katanya. “Di Jepang, saya ingin mematuhi aturan lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan.”

Sebelum memulai pelatihan, keduanya juga harus mengonversi SIM Indonesia menjadi SIM Jepang.

Badan Kepolisian Nasional Jepang memperketat proses penyaringan konversi SIM asing pada Oktober 2025, dengan memperkuat pemeriksaan pengetahuan aturan lalu lintas dan keterampilan mengemudi para pelamar.

Corompis, yang sebelumnya bekerja sebagai sopir taksi di Indonesia, mengatakan prosesnya lebih sulit dari yang ia bayangkan.

“Mengonversi SIM jauh lebih sulit daripada yang saya kira,” ujarnya. “Ujian praktiknya sangat berat.”

Sebuah sekolah mengemudi membantu menyusun program khusus untuk keduanya, yang menjalani latihan selama 20 jam. Keduanya akhirnya lulus ujian praktik pada percobaan keempat dan menyelesaikan proses konversi SIM pada Juni.

Namun, mengemudi hanyalah sebagian dari pekerjaan.

Keduanya memiliki kemampuan bahasa Jepang yang cukup untuk percakapan sehari-hari dan di tempat kerja, tetapi berinteraksi langsung dengan penumpang menjadi tantangan lain.

Meskipun keduanya bisa menyampaikan pengumuman di dalam bus dengan lancar, mereka masih belajar keterampilan layanan pelanggan yang berbeda untuk menghadapi penumpang secara langsung dan mengelola pembayaran di bus dengan lancar setiap hari.

“Saya ingin menjadi sopir yang bisa dipercaya oleh masyarakat setempat,” kata Ulum.

Corompis juga berharap bisa memberikan layanan yang baik kepada penumpang.

“Saya ingin membuat penumpang merasa disambut dan dilayani dengan baik,” ujarnya.

Hiroshima Kotsu berencana terus merekrut warga negara asing sebagai sopir untuk mempertahankan layanan bus lokal di tengah kekurangan tenaga kerja.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028

8 October 2026 - 07:14 WIB

Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

6 October 2026 - 16:10 WIB

Trending on News