Menu

Dark Mode
Sekuel “Godzilla Minus One” Resmi Diumumkan, Berlatar 1949 dan Tayang 2026 Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan Witch and Mercenary” Resmi Jadi Anime, Tayang 2027 di TV Jepang Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang Studio KAI Dilaporkan Alami Kondisi Insolvensi Usai Catat Rugi Besar di Tahun Fiskal 2025

News

Perusahaan Jepang Semakin Serius Dukung Karier Pekerja Difabel

badge-check


					Perusahaan Jepang Semakin Serius Dukung Karier Pekerja Difabel Perbesar

Semakin banyak perusahaan di Jepang yang membangun sistem manajemen sumber daya manusia untuk mendukung keberagaman tenaga kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas. Fokusnya kini tak hanya pada perekrutan, tetapi juga pada pengembangan karier dan keberlanjutan kerja jangka panjang.

Menurut data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW), pada tahun 2024, pekerja penyandang disabilitas mencapai 2,4% dari total karyawan sektor swasta, atau sekitar satu dari 40 pekerja. Angka ini mencakup mereka dengan disabilitas fisik, intelektual, maupun gangguan mental seperti depresi dan autisme.

Kirin Holdings, grup minuman besar Jepang, kini memasukkan penyandang disabilitas dalam perekrutan jalur karier reguler bersama lulusan universitas lainnya.
Perusahaan menyediakan fasilitas seperti earphone peredam bising dan perangkat lunak pembaca teks untuk mendukung kinerja. Mereka juga mengadakan pelatihan kesadaran disabilitas dan kegiatan internal agar seluruh karyawan lebih saling memahami.

“Komunikasi tertulis dan saling proaktif sangat penting,” ujar salah satu karyawan yang bekerja dengan rekan tuli.

Menurut Fumiko Takano dari departemen SDM Kirin, rotasi antar-departemen dilakukan agar karier karyawan tidak terbatas oleh kondisi disabilitas.

Sementara itu, kantor Tokyo dari London Stock Exchange Group menambahkan jalur pemandu (tactile paving) dari lift ke area resepsionis dan toilet untuk membantu karyawan tunanetra.

“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan kerja di mana setiap orang dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata seorang pejabat perusahaan.

Perusahaan sekuritas Nomura Holdings memiliki anak usaha khusus bernama Nomura Kagayaki, yang 90% dari sekitar 120 karyawannya merupakan penyandang disabilitas mental. Mengingat sebagian besar penyandang disabilitas mental di Jepang sulit bertahan di pekerjaan lebih dari setahun, Nomura Kagayaki menekankan dukungan emosional dan lingkungan kerja yang aman.

Langkah-langkahnya meliputi orientasi mendalam sebelum perekrutan, cuti berbayar sejak hari pertama kerja, dan konsultasi rutin dengan tenaga ahli.

“Kami ingin mereka berkembang lewat interaksi dengan orang lain,” ujar presiden perusahaan, Mio Nakama.

Takazo Nishihara, direktur senior Nomura Holdings, menambahkan,

“Kami ingin memperluas kesempatan agar semua orang dari berbagai latar belakang bisa berperan aktif.”

Grup ritel pakaian Fast Retailing — pemilik merek Uniqlo dan GU — juga menunjukkan hasil positif dari kebijakan inklusifnya.
Sekitar 1.500 karyawan difabel kini bekerja di toko-toko mereka di Jepang dan luar negeri, beberapa bahkan telah bergabung selama lebih dari 20 tahun.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa toko kami aktif mempekerjakan penyandang disabilitas,” ujar Daiji Taniguchi, pejabat SDM Fast Retailing.

Salah satu karyawan, Ryuto Sasaoka (26), yang memiliki gangguan pendengaran, mengatakan ia merasakan kepuasan kerja dari kerja tim.
Manajernya, Atsuko Mikami, menilai kontribusinya unik:

“Ia bisa melayani pelanggan dengan bahasa isyarat — hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. Pelanggan sangat menghargainya.”

Para analis menilai bahwa meski perusahaan-perusahaan besar semakin aktif, dukungan publik jangka panjang masih terbatas. Banyak program pemerintah yang fokus hanya pada penempatan kerja awal, bukan pendampingan berkelanjutan di tempat kerja.

Untuk memastikan inklusi yang berkelanjutan, Jepang perlu membangun sistem dukungan jangka panjang bagi penyandang disabilitas dan perusahaan yang mempekerjakan mereka — agar keberagaman benar-benar menjadi kekuatan di dunia kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

16 April 2026 - 14:10 WIB

Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

16 April 2026 - 11:10 WIB

Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang

16 April 2026 - 06:44 WIB

Jepang Batasi Power Bank di Pesawat, Maksimal 2 Unit per Penumpang

15 April 2026 - 12:10 WIB

Jepang Hentikan Sementara Visa Pekerja Asing di Sektor Restoran, Kuota Hampir Penuh

15 April 2026 - 12:10 WIB

Trending on News