Menu ✖

Dark Mode
One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto

News

PM Ishiba: Jepang Pantau dengan Serius Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran

badge-check


					PM Ishiba: Jepang Pantau dengan Serius Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran Perbesar

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, pada Minggu menyatakan bahwa Jepang memantau perkembangan di Timur Tengah dengan “keprihatinan serius” setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Namun, Ishiba tidak langsung menyatakan dukungan terhadap aksi militer yang diambil oleh sekutu terdekat Jepang itu.

Berbicara kepada wartawan, Ishiba menegaskan pentingnya menurunkan ketegangan di kawasan, sambil menekankan bahwa pengembangan nuklir oleh Iran harus “dihentikan.”

Jepang secara tradisional menjaga hubungan baik dengan Iran, meski tetap memiliki aliansi keamanan yang kuat dengan Amerika Serikat. Stabilitas di Timur Tengah sangat penting bagi Jepang, negara yang miskin sumber daya alam dan sangat bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan tersebut.

Meskipun belum ada dampak langsung terhadap pasokan energi, Ishiba mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan pejabat terkait untuk memantau situasi secara cermat dan mengambil langkah yang diperlukan.

“Kami sedang mengumpulkan dan menganalisis informasi serta mengamati perkembangan dengan keprihatinan mendalam,” kata Ishiba.

Saat ditanya apakah Jepang mendukung serangan yang dilakukan AS, Ishiba menjawab, “Saya akan memberikan jawaban pada waktu yang tepat,” setelah melakukan pembahasan internal di pemerintahan.

Serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama telah menyeret Amerika Serikat langsung ke dalam konflik antara Israel dan Iran, dengan Presiden Donald Trump pada Sabtu menyatakan bahwa serangan udara tersebut telah “menghancurkan secara total” fasilitas-fasilitas tersebut.

Sementara itu, sebanyak 21 warga negara Jepang dan keluarganya berhasil dievakuasi dari Iran dan tiba di Azerbaijan dengan bus pada hari Minggu, menurut Kementerian Luar Negeri. Tidak ada laporan gangguan kesehatan dari mereka.

Evakuasi ini menyusul keberangkatan 87 warga Jepang dan keluarganya dari Iran dan Israel pada Kamis lalu.

Saat ini, sekitar 200 warga negara Jepang masih berada di Iran, dan sekitar 1.000 orang masih berada di Israel, menurut data kementerian.

Israel dan Iran telah terlibat dalam perang terbuka sejak Israel melancarkan serangan ke fasilitas nuklir dan target militer Iran pada 13 Juni, dengan alasan bahwa Iran sudah mendekati kemampuan membuat senjata nuklir—meski pihak Iran membantah klaim tersebut.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News