Menu ✖

Dark Mode
One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto

News

PM Jepang Akan Desak G7 Bertindak atas Pencurian Kripto oleh Korea Utara dan Bahas Pajak E-Commerce Lintas Negara

badge-check


					PM Jepang Akan Desak G7 Bertindak atas Pencurian Kripto oleh Korea Utara dan Bahas Pajak E-Commerce Lintas Negara Perbesar

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, berencana mengajak para pemimpin negara anggota G7 untuk bekerja sama mengatasi pencurian aset kripto oleh Korea Utara dalam pertemuan tingkat tinggi yang akan berlangsung di Kanada akhir bulan ini, menurut sumber pemerintah pada Rabu (12 Juni).

Langkah Ishiba ini muncul di tengah tuduhan bahwa Korea Utara menggunakan aset virtual yang diperoleh secara ilegal untuk mendanai pengembangan senjata pemusnah massal, sehingga mendorong seruan internasional untuk memperkuat kerja sama dalam memutus jalur pendanaan negara tersebut.

Dengan Korea Utara yang semakin mempererat hubungan militer dengan Rusia, Jepang juga ingin memperdalam kolaborasi dengan negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina, yang terus menghadapi invasi dari Rusia sejak Februari 2022.

Sementara itu, negara-negara G7 juga berencana membentuk satuan tugas untuk meninjau kembali pengecualian pajak atas e-commerce lintas negara yang melibatkan paket kecil, seiring membanjirnya pasar negara anggota dengan barang murah dari luar negeri, menurut sumber tersebut.

KTT tiga hari ini dijadwalkan dimulai pada hari Minggu. Kanada, yang menjadi presiden bergilir tahun ini, telah meminta Jepang untuk berpartisipasi dalam satuan tugas tersebut.

Langkah ini mencerminkan keprihatinan yang meningkat di antara anggota G7 terkait beban yang ditimbulkan oleh volume paket berisi barang bernilai rendah terhadap proses bea cukai.

Negara-negara tersebut juga ingin memberikan perlindungan tertentu bagi bisnis domestik yang terkena pajak penjualan dan konsumsi, sementara produk yang dijual oleh pengecer luar negeri, khususnya dari Tiongkok, dibebaskan dari pajak tersebut.

Berdasarkan aturan “de minimis”, Jepang saat ini membebaskan bea masuk dan pajak konsumsi untuk barang impor seharga 10.000 yen (sekitar Rp1 juta) atau kurang, kecuali untuk komoditas seperti beras, gula, dan beberapa barang lainnya.

Pada tahun 2024, sekitar 170 juta paket dengan nilai di bawah ambang batas tersebut diimpor, mencakup sekitar 90 persen dari total paket yang disetujui oleh bea cukai, menurut Kementerian Keuangan Jepang.

Raksasa e-commerce asal Tiongkok seperti Shein dan Temu memanfaatkan pembebasan pajak ini untuk memperluas pangsa pasar mereka di Jepang dan negara-negara besar lainnya.

Para anggota G7 menilai lonjakan pengiriman tersebut membebani operasional bea cukai dan melemahkan pengawasan terhadap produk palsu serta obat-obatan terlarang.

Pada Mei lalu, Amerika Serikat mencabut pembebasan pajak atas paket kecil dari Tiongkok dengan alasan kekhawatiran atas masuknya narkoba ilegal, khususnya fentanyl. Jepang juga sedang mempertimbangkan peninjauan terhadap sistem pembebasan pajak untuk pengiriman semacam itu, tambah sumber tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News