Menu

Dark Mode
Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030 Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat Demo Digimon Story Time Stranger untuk Nintendo Switch dan Switch 2 Sudah Tersedia Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

News

Pria Jepang Ditangkap Atas Dugaan Eksploitasi Anak Thailand di Tempat Pijat di Tokyo

badge-check


					Pria Jepang Ditangkap Atas Dugaan Eksploitasi Anak Thailand di Tempat Pijat di Tokyo Perbesar

Seorang pria Jepang berusia 51 tahun, Masayuki Hosono, ditangkap atas dugaan mempekerjakan secara ilegal seorang gadis Thailand berusia 12 tahun di toko pijat “Relax Time” di distrik Yushima, Tokyo. Polisi menyelidiki kasus ini sebagai kemungkinan tindakan perdagangan manusia, di mana korban diduga dipaksa memberikan layanan seksual kepada pelanggan pria.

Menurut penyelidikan, gadis tersebut tiba di Jepang akhir Juni bersama ibunya, yang kemudian memerintahkannya untuk bekerja di toko pijat itu. Korban mengaku kepada penyidik bahwa keluarganya tidak akan mampu bertahan hidup jika ia tidak bekerja. Sang ibu kemudian meninggalkan Jepang, meninggalkan anaknya dengan visa “tinggal jangka pendek” 15 hari yang biasanya diberikan untuk turis.

Selama sekitar satu bulan antara Juni dan Juli, korban melayani sekitar 60 pelanggan sementara tinggal di dalam toko pijat tersebut. Semua penghasilannya dikelola oleh Hosono, dan sebagian yang disisihkan setelah dipotong bagian toko ditransfer kepada ibunya. Meski tetap berkomunikasi dengan ibunya melalui media sosial, sang ibu tidak kembali ke Jepang.

Kasus ini terbuka pada September ketika korban meminta bantuan ke Kantor Imigrasi Regional Tokyo, menyatakan keinginannya untuk bertemu kakek-nenek dan adik perempuannya, serta bersekolah. Polisi masih menyelidiki apakah Hosono mengakui atau menyangkal tuduhan tersebut.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

11 June 2026 - 15:10 WIB

Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030

11 June 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat

11 June 2026 - 10:10 WIB

Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan

10 June 2026 - 18:10 WIB

Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

10 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on News