Menu

Dark Mode
Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei Film Live-Action Gundam Mulai Produksi, Netflix Tambah Deretan Aktor Baru

News

Rekor Baru! Jepang Cetak 3,91 Juta Wisatawan Asing di Bulan April Berkat Sakura dan Libur Paskah

badge-check


					Rekor Baru! Jepang Cetak 3,91 Juta Wisatawan Asing di Bulan April Berkat Sakura dan Libur Paskah Perbesar

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang melonjak 28,5 persen secara tahunan pada bulan April menjadi 3,91 juta orang, menurut data resmi yang dirilis pada Rabu (15/5). Angka ini memecahkan rekor sebelumnya dan menjadi bulan dengan jumlah wisatawan tertinggi dalam sejarah Jepang, sekaligus pertama kalinya melampaui 3,9 juta pengunjung dalam satu bulan.

Menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), musim mekarnya bunga sakura yang dinanti-nanti turut mendorong lonjakan kunjungan dari berbagai negara, termasuk negara-negara Asia, Eropa, Amerika Serikat, hingga Australia—bertepatan dengan liburan Paskah.

Secara kumulatif, dalam empat bulan pertama tahun 2025, Jepang telah menerima 14,4 juta wisatawan asing, meningkat 24,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Salah satu faktor utama lonjakan ini adalah pelemahan nilai yen, yang membuat Jepang menjadi tujuan wisata yang lebih terjangkau. Tahun lalu, Jepang mencatat rekor 36,8 juta kunjungan, dan pemerintah menargetkan untuk menaikkan angka tersebut hingga 60 juta kunjungan per tahun pada 2030.

Namun, kesuksesan ini juga menimbulkan tantangan baru. Kepadatan turis di tempat-tempat ikonik seperti Kyoto dan Gunung Fuji memicu keluhan warga lokal. Di Gunung Fuji, otoritas kini mengenakan biaya masuk untuk membatasi jumlah pendaki. Bahkan, sebuah penghalang sempat dipasang di depan minimarket untuk mencegah wisatawan memotret pemandangan viral gunung tersebut dari jalan raya.

Tak hanya itu, wisatawan yang memborong sushi dan onigiri juga dikaitkan dengan kelangkaan beras, yang menyebabkan harga bahan pokok itu melonjak tajam—menjadi masalah politik bagi pemerintah.

Di Tokyo, pelancong bisnis mengeluhkan harga hotel yang melonjak akibat membludaknya permintaan dari wisatawan.

Sementara itu, tahun ini, Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa varietas sakura somei yoshino—yang paling umum di Jepang—mulai mekar penuh pada 30 Maret di Tokyo. JMA juga mencatat bahwa perubahan iklim dan efek pulau panas perkotaan menyebabkan waktu mekarnya bunga sakura maju sekitar 1,2 hari tiap 10 tahun.

Menurut Katsuhiro Miyamoto, profesor emeritus dari Universitas Kansai, dampak ekonomi dari musim bunga sakura tahun ini diperkirakan mencapai 1,1 triliun yen (sekitar Rp115 triliun), naik drastis dari 616 miliar yen pada tahun 2023.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

22 April 2026 - 12:53 WIB

Trending on News