Menu ✖

Dark Mode
Masashi Kishimoto Umumkan Manga Baru Naruto, Berjudul Naruto Shadow Rising Attack on Titan: The Musical Gelar Tur Dunia, Singapura Jadi Negara Pembuka pada 2027 Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan

News

Rekor Baru! Jepang Cetak 3,91 Juta Wisatawan Asing di Bulan April Berkat Sakura dan Libur Paskah

badge-check


					Rekor Baru! Jepang Cetak 3,91 Juta Wisatawan Asing di Bulan April Berkat Sakura dan Libur Paskah Perbesar

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang melonjak 28,5 persen secara tahunan pada bulan April menjadi 3,91 juta orang, menurut data resmi yang dirilis pada Rabu (15/5). Angka ini memecahkan rekor sebelumnya dan menjadi bulan dengan jumlah wisatawan tertinggi dalam sejarah Jepang, sekaligus pertama kalinya melampaui 3,9 juta pengunjung dalam satu bulan.

Menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), musim mekarnya bunga sakura yang dinanti-nanti turut mendorong lonjakan kunjungan dari berbagai negara, termasuk negara-negara Asia, Eropa, Amerika Serikat, hingga Australia—bertepatan dengan liburan Paskah.

Secara kumulatif, dalam empat bulan pertama tahun 2025, Jepang telah menerima 14,4 juta wisatawan asing, meningkat 24,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Salah satu faktor utama lonjakan ini adalah pelemahan nilai yen, yang membuat Jepang menjadi tujuan wisata yang lebih terjangkau. Tahun lalu, Jepang mencatat rekor 36,8 juta kunjungan, dan pemerintah menargetkan untuk menaikkan angka tersebut hingga 60 juta kunjungan per tahun pada 2030.

Namun, kesuksesan ini juga menimbulkan tantangan baru. Kepadatan turis di tempat-tempat ikonik seperti Kyoto dan Gunung Fuji memicu keluhan warga lokal. Di Gunung Fuji, otoritas kini mengenakan biaya masuk untuk membatasi jumlah pendaki. Bahkan, sebuah penghalang sempat dipasang di depan minimarket untuk mencegah wisatawan memotret pemandangan viral gunung tersebut dari jalan raya.

Tak hanya itu, wisatawan yang memborong sushi dan onigiri juga dikaitkan dengan kelangkaan beras, yang menyebabkan harga bahan pokok itu melonjak tajam—menjadi masalah politik bagi pemerintah.

Di Tokyo, pelancong bisnis mengeluhkan harga hotel yang melonjak akibat membludaknya permintaan dari wisatawan.

Sementara itu, tahun ini, Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa varietas sakura somei yoshino—yang paling umum di Jepang—mulai mekar penuh pada 30 Maret di Tokyo. JMA juga mencatat bahwa perubahan iklim dan efek pulau panas perkotaan menyebabkan waktu mekarnya bunga sakura maju sekitar 1,2 hari tiap 10 tahun.

Menurut Katsuhiro Miyamoto, profesor emeritus dari Universitas Kansai, dampak ekonomi dari musim bunga sakura tahun ini diperkirakan mencapai 1,1 triliun yen (sekitar Rp115 triliun), naik drastis dari 616 miliar yen pada tahun 2023.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News