Bahan fermentasi sake yang dibuat di luar angkasa sebagai bagian dari proyek pertama di dunia oleh produsen merek sake Jepang terkenal Dassai tiba di Jepang dari Los Angeles pada Jumat.
Dua Warga Jepang Ditahan di Iran, Pemerintah Jepang Minta Pembebasan Segera
Perusahaan Dassai Inc. berencana menjual satu botol sake hasil proyek tersebut berukuran 100 mililiter dengan harga 110 juta yen atau sekitar 700 ribu dolar AS. Pembeli untuk botol tersebut dikabarkan sudah ada, dan seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan untuk proyek pengembangan luar angkasa Jepang.
Dalam konferensi pers di Bandara Internasional Kansai, tempat bahan fermentasi sake atau moromi tersebut tiba dengan penerbangan Japan Airlines, Ketua Dassai Hiroshi Sakurai mengatakan bahwa alkohol sudah terdeteksi setelah dua minggu proses fermentasi.
“Awalnya kami tidak tahu apakah fermentasi bisa terjadi di luar angkasa, tetapi sekarang saya merasa agak lega,” ujarnya sambil tersenyum.
Pada Oktober tahun lalu, sebuah perangkat khusus untuk pembuatan sake bersama bahan baku berupa beras, jamur koji, ragi, dan air dimuat ke dalam pesawat kargo tanpa awak HTV-X dan diluncurkan menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima.
Musim Sakura 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal, Tokyo Mulai Mekar 19 Maret
Uji proses pembuatan sake dilakukan di modul eksperimen “Kibo” milik Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dalam lingkungan yang mensimulasikan gravitasi permukaan Bulan. Astronaut Jepang Kimiya Yui yang berada di ISS saat itu bertugas menyuntikkan air pada hari pertama proses pembuatan.
Moromi yang dihasilkan kemudian dibekukan dan dikembalikan ke Bumi setelah kapsulnya mendarat di perairan lepas pantai California, Amerika Serikat. Selanjutnya bahan tersebut akan diangkut dalam kondisi tetap beku menuju kantor pusat Dassai di Prefektur Yamaguchi.
Sc : KN








