Mantan Menteri Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi pada Jumat (19/9) berupaya melunakkan citra kanan konservatifnya dan memperluas daya tarik ke publik yang lebih luas, di luar basis pendukung konservatif yang selama ini menjadi andalannya. Langkah itu ia lakukan saat mengajukan pencalonannya sebagai presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa.
Dalam konferensi pers, Takaichi memaparkan rencananya menghadapi apa yang ia sebut sebagai “krisis” yang sedang dihadapi Jepang, sambil menegaskan komitmennya memperkuat posisi negara. Namun, ketika ditanya soal target pasti anggaran pertahanan atau kemungkinan kunjungan ke Kuil Yasukuni — yang kerap dianggap simbol militerisme Jepang oleh negara tetangga — ia enggan memberi jawaban jelas.
“Saya tidak ingin terus dicap hanya sebagai konservatif. Saya sekarang lebih condong ke konservatif moderat, apalagi dengan munculnya partai-partai baru,” ujarnya, merujuk pada partai seperti Sanseito dan Partai Konservatif Jepang, meski tidak menyebutkan nama langsung.
Dalam pemaparannya, Takaichi menyebut China sebagai ‘tetangga penting’ dan menekankan perlunya memperkuat hubungan bilateral. Ia juga mengulurkan “ranting zaitun” politik dengan menyatakan dukungan pada usulan menaikkan ambang batas pajak penghasilan dan program kredit pajak disertai manfaat tunai — kebijakan yang selama ini didorong partai oposisi Democratic Party for the People serta Constitutional Democratic Party of Japan.
Ini adalah kali ketiga Takaichi maju dalam pemilihan ketua LDP. Konferensi persnya menunjukkan upaya serius untuk tampil lebih dapat diterima di seluruh spektrum politik, baik bagi publik umum maupun di dalam LDP yang menaungi pandangan konservatif hingga moderat.
Takaichi selama ini dikenal sebagai simbol sayap hawkish LDP, dengan pandangan keras soal China dan kebijakan ekonomi, yang sering berbenturan dengan kolega yang lebih moderat. Identitas ini membuatnya dikenal luas publik, namun juga menjadi hambatan dalam pencalonan sebelumnya.
Pada upaya pertamanya tahun 2021, ia menempati posisi ketiga meski mendapat dukungan kuat dari parlemen, berkat restu mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe. Dalam upaya kedua tahun lalu, ia justru memimpin putaran pertama dengan suara besar dari anggota akar rumput LDP, namun kalah di putaran kedua dari Perdana Menteri Shigeru Ishiba, setelah mantan PM Yoshihide Suga dan Fumio Kishida memberikan dukungan mereka ke Ishiba.
Kini, dengan sebagian pemilih kanan beralih ke Sanseito dalam pemilu majelis tinggi terakhir, muncul tekanan agar LDP lebih jelas mendefinisikan identitas konservatifnya untuk merebut kembali dukungan itu.
Berasal dari Prefektur Nara, Takaichi adalah legislator berpengalaman dengan lebih dari 30 tahun kiprah di parlemen dan sejumlah jabatan senior di partai maupun pemerintahan. Ia dikenal sebagai sosok serius dengan pengetahuan kebijakan luas, meski minim sekutu politik di dalam partai.
Bersama Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, Takaichi dipandang sebagai kandidat terkuat dalam kontestasi kali ini. Survei Kyodo akhir pekan lalu menempatkannya di posisi teratas preferensi publik, sementara jajak pendapat Jiji Press menempatkan Takaichi di posisi kedua dengan 21 persen dukungan, di bawah Koizumi.
Kontestasi kepemimpinan LDP, yang dimulai tiga hari lagi, akan mempertemukan lima kandidat: Takaichi, Koizumi, mantan Menteri Keamanan Ekonomi Takayuki Kobayashi, Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, serta mantan Sekjen LDP Toshimitsu Motegi.
Sc : JT







