Menu

Dark Mode
Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

News

Seorang Pria Ditangkap karena Membunuh Kelinci di Pulau Okunoshima Jepang

badge-check


					Seorang Pria Ditangkap karena Membunuh Kelinci di Pulau Okunoshima Jepang Perbesar

Polisi di Jepang menangkap seorang pria berusia 25 tahun, Riku Hotta, setelah ia tertangkap basah menendang seekor kelinci hingga mati di Okunoshima, sebuah pulau terkenal di Prefektur Hiroshima yang juga disebut Usagijima (Pulau Kelinci).

Okunoshima, yang dihuni sekitar 500 kelinci liar, adalah destinasi wisata populer berkat daya tarik kelinci-kelincinya yang ramah. Kelinci di pulau ini sangat terbiasa dengan manusia, karena pengunjung sering memberi mereka camilan khusus yang dijual di pulau tersebut. Namun, sejak akhir November 2024 hingga Januari 2025, total 77 kelinci ditemukan mati dengan cedera yang tidak wajar, seperti tulang patah dan luka fatal lainnya.

Hotta, seorang pekerja kantoran asal Kota Otsu di Prefektur Shiga, dilaporkan bepergian dari tempat tinggalnya yang jauh untuk melakukan aksi keji tersebut. Dia ditangkap pada 21 Januari, setelah seorang saksi melihatnya menendang seekor kelinci di jalur pejalan kaki. Kelinci itu mati tak lama kemudian.

Kasus ini menjadi semakin mengerikan karena kematian kelinci sebelumnya di pulau itu terjadi dalam tiga periode: akhir November, pertengahan Desember, dan awal Januari. Polisi kini menyelidiki apakah Hotta terlibat dalam serangkaian kematian tersebut, mengingat ia tidak perlu menjadi penduduk lokal untuk melakukannya, mengingat sifat pulau itu sebagai tempat wisata.

Hotta kini menghadapi dakwaan atas pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Hewan Jepang, yang melarang perlakuan kejam terhadap hewan. Tindakan brutalnya juga memanfaatkan kepercayaan kelinci terhadap manusia, membuat insiden ini semakin memilukan.

Okunoshima, yang dikenal sebagai tempat yang damai dan penuh keceriaan, kini tengah dirundung kesedihan atas tragedi ini. Pemerintah dan komunitas setempat berharap langkah hukum yang tegas dapat mencegah insiden serupa di masa depan.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

18 July 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News