Serangan beruang di Jepang menyebabkan 238 orang terluka atau tewas sepanjang tahun fiskal 2025 yang berakhir bulan lalu. Dari jumlah tersebut, 13 orang meninggal dunia—keduanya menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah, menurut pemerintah pada hari Selasa.
Data sementara dari Environment Ministry menunjukkan bahwa angka ini jauh melampaui rekor sebelumnya pada tahun fiskal 2023, ketika 219 orang diserang dan enam orang meninggal.
Pada November 2025, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi merevisi paket kebijakan penanggulangan sebagai respons terhadap meningkatnya serangan, termasuk memberikan subsidi biaya tenaga kerja bagi pemburu berlisensi yang ditunjuk sebagai pegawai publik.
Kemudian pada bulan Maret, pemerintah pusat juga menyusun peta jalan (roadmap) yang mencakup target penangkapan beruang di berbagai daerah serta langkah-langkah tambahan lainnya untuk menekan jumlah serangan.
Sc : mainichi








