Menu

Dark Mode
Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

News

Serangan Beruang di Jepang Utara Ancam Pariwisata Musim Gugur

badge-check


					Serangan Beruang di Jepang Utara Ancam Pariwisata Musim Gugur Perbesar

Gelombang serangan beruang di wilayah timur laut Jepang (Tohoku) mulai mengganggu industri pariwisata lokal, dengan banyak wisatawan membatalkan kunjungan mereka selama musim puncak melihat daun maple yang biasanya menjadi andalan ekonomi daerah. Di Prefektur Iwate saja, lima orang telah tewas dalam serangan beruang sejak April, termasuk seorang pria di area Gembi yang ditemukan meninggal di luar rumahnya pada akhir Oktober.

Kawasan Gembikei yang terkenal dengan pemandangan musim gugurnya kini sepi pengunjung. Manajer sebuah fasilitas wisata setempat mengaku jumlah pengunjung menurun drastis, diduga karena pemberitaan serangan beruang di wilayah tersebut. Lebih parah lagi, hotel-hotel di kawasan onsen mengalami pembatalan reservasi hingga 20 persen, dengan penurunan pengunjung pemandian umum mencapai 70 persen pada hari tertentu.

“Ini sangat berat karena terjadi tepat di musim puncak,” keluh Hironori Takahashi, perwakilan penginapan Motoyugeto yang terletak sekitar 7 km dari lokasi serangan fatal di Kitakami. Beberapa bisnis onsen bahkan terpaksa menutup area pemandian terbuka mereka sebagai langkah pencegahan.

Di Prefektur Akita yang bertetangga, Taman Senshu yang populer untuk melihat daun maple harus ditutup berulang kali setelah terus menerus ada laporan penampakan beruang. Meski sempat dibuka kembali pada Selasa, taman itu harus ditutup lagi hanya beberapa jam kemudian karena munculnya beruang baru.

Eri Aoki, wisatawan asal Tokyo berusia 30 tahun, mengaku membatalkan rencana berkunjung ke onsen di wilayah tersebut awal November. “Menakutkan mengetahui beruang muncul di kawasan permukiman. Saya akan kembali setelah mereka hibernasi di musim dingin,” ujarnya.

Pemerintah kota Osaki di Prefektur Miyagi merespons dengan memasang tanda peringatan “Waspada Beruang” dalam empat bahasa di kawasan ngarai Narukokyo, sekaligus meningkatkan patroli keamanan. “Kami ingin meningkatkan kesadaran semua pengunjung, tanpa terkecuali, tentang risiko beruang,” tegas pejabat setempat.

Dengan total 13 kematian akibat serangan beruang di seluruh Jepang sejak April, wilayah Tohoku kini menghadapi tantangan berat: melindungi keselamatan warga dan wisatawan sambil mempertahankan pendapatan dari sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi regional.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

18 July 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News