Menu

Dark Mode
Pria Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Tertimbun Salju di Toyama Ungkap Fakta Perundungan Lewat Analisis Suara, Pakar Audio di Chiba Berupaya Cegah Tragedi Budaya Diam di Kereta Saat di Jepang: Etika Tak Tertulis yang Dipatuhi Bersama Strategi Atur Waktu Check-in & Check-out Hotel Jepang Biar Liburan Lebih Efisien Kampanye Pemilu Jepang Dimulai, Takaichi Cari Mandat Baru di Tengah Isu Pajak dan Stabilitas Politik Film Live-Action Kedua Mr. Osomatsu Resmi Dijadwalkan Ulang Tayang 12 Juni

Culture

Shuin: Koleksi Stempel Kuil yang Ada Seninya

badge-check


					Shuin: Koleksi Stempel Kuil yang Ada Seninya Perbesar

Di Jepang, mengunjungi kuil atau shrine bukan hanya soal berdoa dan berjalan-jalan menikmati suasananya. Ada satu tradisi kecil yang semakin populer, baik di kalangan wisatawan maupun warga lokal: mengumpulkan shuin — stempel kuil yang bentuknya bukan sekadar cap tinta, melainkan karya seni kecil yang dibuat langsung oleh para petugas kuil (shasō).

Apa Itu Shuin?

Shuin (朱印) adalah stempel berwarna merah yang diberikan oleh kuil Buddha atau shrine Shinto sebagai bukti kunjungan. Namun isinya bukan sekadar stempel. Biasanya terdiri dari:

Karena dibuat secara manual, setiap shuin unik—bahkan dari kuil yang sama pada hari yang berbeda.

Shuincho: Buku Khusus untuk Mengoleksi Stempel

Untuk mengumpulkan shuin, orang Jepang menggunakan buku khusus bernama shuinchō (朱印帳).
Bentuknya seperti buku washi bergaya accordion, dengan sampul kain motif khas Jepang.

Beberapa orang bahkan:

  • Mengoleksi shuinchō dari berbagai tema (bunga sakura, dewa, musim, dsb.)

  • Menjadikannya semacam jurnal perjalanan spiritual

  • Menyimpan sebagai kenangan perjalanan keliling Jepang

Tidak Semua Kuil Memberikan Shuin

Menariknya, tidak semua kuil atau shrine menyediakan shuin.
Ada aturan tidak tertulis:

  • Hanya diberikan kepada pengunjung yang benar-benar menghormati kuil, bukan sekadar “cap hunting”.

  • Ada kuil yang membatasi jam pengambilan shuin.

  • Di beberapa tempat, shuin hanya diberikan setelah Anda melakukan ritual tertentu, seperti menyalakan dupa atau memberikan donasi kecil.

Umumnya, harga shuin berkisar 300–500 yen per satu cap.

Kenapa Banyak Orang Mengumpulkan Shuin?

Alasannya beragam, misalnya:

  • Sebagai kenangan perjalanan yang lebih bermakna daripada foto.

  • Karena nilai artistiknya — kaligrafi Jepang memang indah.

  • Untuk tujuan spiritual, karena dianggap membawa doa dan berkah.

  • Untuk hobi dan koleksi — mirip seperti mengumpulkan perangko, tetapi lebih personal.

Bahkan di kalangan anak muda Jepang, mengoleksi shuin menjadi trend baru karena tampilannya estetik dan bisa dibagikan di media sosial.

Etika Mengambil Shuin

Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan:

  • Jangan meminta petugas untuk mempercepat atau mengubah desain.

  • Tunggu dengan sopan, karena semuanya ditulis manual.

  • Jangan minta shuin tanpa berkunjung ke area utama kuil.

  • Bawa uang tunai, karena biasanya tidak menerima cashless.

Menghormati prosesnya adalah bagian dari tradisi.


Mengoleksi shuin bukan hanya tentang mendapatkan stempel, tetapi menikmati seni, kesakralan, dan suasana kuil Jepang dengan lebih mendalam. Setiap halaman di shuinchō menyimpan jejak perjalanan dan momen yang tidak bisa direplikasi.
Bagi banyak orang, inilah cara paling sederhana namun paling indah untuk membawa pulang sedikit ketenangan dari Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Budaya Diam di Kereta Saat di Jepang: Etika Tak Tertulis yang Dipatuhi Bersama

28 January 2026 - 18:30 WIB

Tidur Larut, Tetap Tepat Waktu: Irama Hidup Orang Jepang Sehari-hari

27 January 2026 - 18:30 WIB

Mengapa Orang Jepang Lebih Nyaman Sendiri di Tempat Umum

19 January 2026 - 19:10 WIB

Nōkanshi: Profesi Sunyi yang Menjaga Martabat di Akhir Hayat di Jepang

10 January 2026 - 18:30 WIB

Mengapa Orang Jepang Melepas Sepatu Bahkan di Sekolah dan Kantor

9 January 2026 - 11:30 WIB

Trending on Culture