Menu

Dark Mode
Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei Film Live-Action Gundam Mulai Produksi, Netflix Tambah Deretan Aktor Baru

News

Spot Foto Gunung Fuji Viral, Warga Lokal Justru Terganggu

badge-check


					Spot Foto Gunung Fuji Viral, Warga Lokal Justru Terganggu Perbesar

Sebuah jembatan di kota Fuji, Prefektur Shizuoka, yang dipromosikan sebagai lokasi foto Instagramable dengan latar Gunung Fuji, kini menuai kecaman warga karena menyebabkan keramaian, parkir liar, dan gangguan kebisingan.

📸 Spot Viral yang Bikin Resah

Jembatan yang dikenal sebagai “Mt. Fuji Dream Bridge” ini awalnya dibangun pada tahun 2016 sebagai penghubung dua jalan umum. Namun, viralnya sebuah tangga yang tampak langsung menuju ke puncak Gunung Fuji di media sosial membuat lokasi ini diserbu wisatawan. Pada hari cerah di bulan April, lebih dari 50 orang mengantre untuk mengambil foto di sana, dan sekitar 1.000 orang mengunjungi tempat ini pada hari-hari ramai.

Pemerintah kota mendorong wisatawan untuk membagikan foto di media sosial melalui situs web resminya, sambil tetap mengimbau agar mereka tenang saat berfoto. Namun imbauan tersebut tak efektif: masih banyak parkir sembarangan dan pelanggaran ke properti pribadi, memicu kemarahan warga.

😠 Suara Warga:

Warga pun terpaksa memasang papan peringatan sendiri agar pengunjung tidak masuk sembarangan.

📍 Masalah Serupa di Lokasi Fuji Lain

Masalah serupa pernah terjadi di Yamanashi, di mana pengunjung nekat menyebrang jalan sembarangan demi mengambil foto Gunung Fuji di atas sebuah minimarket. Pemerintah setempat sampai mendirikan pagar sementara untuk mencegah hal tersebut.

🧑‍🏫 Pendapat Ahli:

Yoshihiro Sataki, profesor pariwisata dari Josai International University, menyebut penanganan pemerintah kota tidak memadai:

“Pemerintah daerah seharusnya mengutamakan kehidupan warga lokal dan mendesak wisatawan agar lebih tertib.”

Ia juga mendesak pemerintah pusat untuk memberi dukungan finansial dan kebijakan agar daerah wisata tidak kewalahan menghadapi overtourism, terutama karena pariwisata dianggap sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Jepang.


Promosi wisata memang penting, tapi menjaga keseimbangan dengan kehidupan warga lokal juga tak kalah vital. Jika tidak dikelola dengan baik, “tempat impian” bisa berubah menjadi “mimpi buruk” bagi masyarakat setempat.

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

22 April 2026 - 12:53 WIB

Trending on News