Menu

Dark Mode
Studio KAI Dilaporkan Alami Kondisi Insolvensi Usai Catat Rugi Besar di Tahun Fiskal 2025 Jepang Batasi Power Bank di Pesawat, Maksimal 2 Unit per Penumpang Jepang Hentikan Sementara Visa Pekerja Asing di Sektor Restoran, Kuota Hampir Penuh Nissan Targetkan 90% Mobil Baru Pakai AI Autonomus, Siapkan Perombakan Besar Hingga 2030 Drama “Tengu no Daidokoro” Dapat Season 3, Hadir dengan Cerita Original Peserta Membludak, Pendaftaran JLPT di Jepang N3 dan N4 Ditutup Lebih Cepat

Teknologi

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

badge-check


					Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028 Perbesar

Startup asal Jepang SkyDrive Inc. pada Selasa melakukan demonstrasi penerbangan perdana “mobil terbang” mereka di Tokyo. Perusahaan ini menargetkan layanan komersial dapat mulai beroperasi pada 2028 di beberapa wilayah Jepang.

Dalam uji terbang yang dilakukan bersama Mitsubishi Estate Co. dan Kanematsu Corp., pesawat tanpa awak yang dioperasikan dari jarak jauh tersebut terbang di atas Tokyo Bay selama sekitar tiga setengah menit, dengan jarak tempuh kurang lebih 150 meter.

Pesawat bertenaga baterai bernama SD-05 ini dilengkapi 12 rotor dan dirancang untuk mengangkut hingga tiga orang. Jangkauan terbangnya diperkirakan antara 15 hingga 40 kilometer. Menurut pengembangnya, ukuran yang ringkas dan bobot yang ringan memungkinkan pesawat ini mendarat di lebih banyak lokasi dibandingkan helikopter atau pesawat konvensional yang memerlukan area luas.

Selain pesawat, SkyDrive juga memperkenalkan terminal khusus tempat operator mengendalikan dan memantau lepas landas serta pendaratan. Terminal tersebut dilengkapi sistem check-in otomatis berbasis pengenalan wajah, di mana penumpang juga akan menjalani pemeriksaan keamanan. Demonstrasi penerbangan dan penggunaan terminal ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu.

Mobil terbang dipandang sebagai solusi potensial untuk berbagai masalah perkotaan, seperti kemacetan lalu lintas dan kepadatan kereta. SkyDrive sebelumnya telah melakukan demonstrasi pesawat ini pada ajang World Exposition di Osaka tahun lalu.

CEO SkyDrive, Tomohiro Fukuzawa, mengatakan bahwa setelah 2030, tarif mobil terbang ini bisa turun menjadi sekitar dua kali lipat biaya taksi, atau bahkan lebih murah. Menurutnya, karena kecepatan perjalanan bisa empat hingga lima kali lebih cepat dibandingkan taksi, masyarakat kemungkinan akan menilai selisih harga tersebut sebanding dengan penghematan waktu yang didapat.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Nissan Targetkan 90% Mobil Baru Pakai AI Autonomus, Siapkan Perombakan Besar Hingga 2030

15 April 2026 - 10:10 WIB

Batal Rilis Mobil Listrik, Kerja Sama Honda–Sony Terdampak Perubahan Kebijakan AS

30 March 2026 - 10:10 WIB

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

25 March 2026 - 16:10 WIB

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Trending on Teknologi