Menu ✖

Dark Mode
Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028

Teknologi

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

badge-check


					Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028 Perbesar

Startup asal Jepang SkyDrive Inc. pada Selasa melakukan demonstrasi penerbangan perdana “mobil terbang” mereka di Tokyo. Perusahaan ini menargetkan layanan komersial dapat mulai beroperasi pada 2028 di beberapa wilayah Jepang.

Dalam uji terbang yang dilakukan bersama Mitsubishi Estate Co. dan Kanematsu Corp., pesawat tanpa awak yang dioperasikan dari jarak jauh tersebut terbang di atas Tokyo Bay selama sekitar tiga setengah menit, dengan jarak tempuh kurang lebih 150 meter.

Pesawat bertenaga baterai bernama SD-05 ini dilengkapi 12 rotor dan dirancang untuk mengangkut hingga tiga orang. Jangkauan terbangnya diperkirakan antara 15 hingga 40 kilometer. Menurut pengembangnya, ukuran yang ringkas dan bobot yang ringan memungkinkan pesawat ini mendarat di lebih banyak lokasi dibandingkan helikopter atau pesawat konvensional yang memerlukan area luas.

Selain pesawat, SkyDrive juga memperkenalkan terminal khusus tempat operator mengendalikan dan memantau lepas landas serta pendaratan. Terminal tersebut dilengkapi sistem check-in otomatis berbasis pengenalan wajah, di mana penumpang juga akan menjalani pemeriksaan keamanan. Demonstrasi penerbangan dan penggunaan terminal ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu.

Mobil terbang dipandang sebagai solusi potensial untuk berbagai masalah perkotaan, seperti kemacetan lalu lintas dan kepadatan kereta. SkyDrive sebelumnya telah melakukan demonstrasi pesawat ini pada ajang World Exposition di Osaka tahun lalu.

CEO SkyDrive, Tomohiro Fukuzawa, mengatakan bahwa setelah 2030, tarif mobil terbang ini bisa turun menjadi sekitar dua kali lipat biaya taksi, atau bahkan lebih murah. Menurutnya, karena kecepatan perjalanan bisa empat hingga lima kali lebih cepat dibandingkan taksi, masyarakat kemungkinan akan menilai selisih harga tersebut sebanding dengan penghematan waktu yang didapat.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bar di Kyoto Punya Bartender Robot yang Dikendalikan Manusia dari Jarak Jauh

29 September 2026 - 12:10 WIB

Kota Utsunomiya Luncurkan Aplikasi “CHIKUWA!” untuk Ringankan Beban Pengurus Asosiasi Lingkungan

28 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Trending on Teknologi