Menu

Dark Mode
Anime How NOT to Summon a Demon Lord Umumkan Season 3 “ULT” Osaka Gelar Event 1 Tahun Expo 2025, Hadirkan Pameran dan Stamp Maskot Myaku-Myaku PM Jepang Desak Iran Jamin Jalur Aman di Selat Hormuz Usai Kesepakatan Gencatan Senjata Serangan Beruang di Jepang Capai Rekor, 238 Korban dan 13 Tewas dalam Setahun Jepang Masih Destinasi Wisata Favorit Bagi Pengunjung dari Indonesia Live-Action One Piece Season 3 Tayang 2027, Angkat Arc Alabasta

News

Survei: 35% Orang Tua di Jepang Pernah Pertimbangkan Mundur dari Pekerjaan karena Anak

badge-check


					Survei: 35% Orang Tua di Jepang Pernah Pertimbangkan Mundur dari Pekerjaan karena Anak Perbesar

Sebuah survei terhadap orang tua di Jepang menunjukkan bahwa banyak dari mereka mempertimbangkan untuk mengundurkan diri atau bahkan benar-benar berhenti dari pekerjaan karena alasan pengasuhan anak. Survei ini dilakukan oleh penyedia informasi lowongan kerja Mynavi pada Februari 2025, dengan target 800 pria dan wanita berusia 20 hingga 49 tahun yang bekerja penuh waktu atau sebagai pegawai negeri, serta memiliki anak di bawah usia sekolah dasar.

Dari responden yang menyatakan bahwa mereka telah mengundurkan diri atau mempertimbangkan untuk melakukannya, 41,3% adalah wanita yang sedang membesarkan anak kedua atau berikutnya, sementara 38% adalah wanita yang baru pertama kali menjadi ibu. Sementara itu, 33,3% pria yang sudah memiliki anak sebelumnya pernah mengundurkan diri atau mempertimbangkannya, dibandingkan dengan 18% dari mereka yang baru menjadi ayah. Secara keseluruhan, 35% responden pernah setidaknya mempertimbangkan untuk berhenti bekerja, mencerminkan sulitnya menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan bagi pria maupun wanita.

Saat ditanya apa yang mereka butuhkan untuk bisa bekerja secara ideal sambil membesarkan anak, jawaban paling umum dari pria dan wanita adalah memiliki hari libur di akhir pekan. Di kalangan wanita, jawaban kedua yang paling umum adalah memiliki lingkungan kerja yang mendukung saat ingin mengambil cuti karena kehamilan atau merawat anak.

Ada perbedaan besar antara pria dan wanita dalam jumlah hari cuti pengasuhan anak yang diambil. Sekitar 60% wanita mampu mengambil cuti lebih dari satu tahun, sedangkan sekitar 70% pria hanya bisa mengambil cuti kurang dari tiga bulan. Sekitar separuh dari pria yang disurvei menyatakan mereka sebenarnya ingin mengambil cuti lebih dari tiga bulan. Hasil survei ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara harapan ideal dan realitas yang dihadapi para orang tua di Jepang.

Sc : Nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Osaka Gelar Event 1 Tahun Expo 2025, Hadirkan Pameran dan Stamp Maskot Myaku-Myaku

9 April 2026 - 15:10 WIB

PM Jepang Desak Iran Jamin Jalur Aman di Selat Hormuz Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

9 April 2026 - 14:10 WIB

Serangan Beruang di Jepang Capai Rekor, 238 Korban dan 13 Tewas dalam Setahun

9 April 2026 - 10:10 WIB

Jepang Masih Destinasi Wisata Favorit Bagi Pengunjung dari Indonesia

9 April 2026 - 09:36 WIB

Inflasi Hantam Bisnis Vending Machine di Jepang, Jumlah Mesin Terus Menurun

8 April 2026 - 14:10 WIB

Trending on News