Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Aturan Baru, Kripto Akan Dianggap sebagai Produk Keuangan Jepang Targetkan Industri Anime Tembus Rp6000 Triliun di Pasar Global pada 2033 Mayoritas Pelajar Jepang Sudah Gunakan AI, Terutama untuk Belajar dan Mencari Informasi Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Harga Tembus 53.000 Yen Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak 20 Hari, Antisipasi Krisis Selat Hormuz China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia

News

Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan

badge-check


					Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan Perbesar

Semakin banyak anak muda Jepang berusia sekitar 20 tahun yang memiliki pandangan positif terhadap kencan dan pernikahan. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan penyedia layanan informasi pernikahan.

Survei tersebut dilakukan oleh O-net Inc. yang berbasis di Distrik Chiyoda, Tokyo, dengan melibatkan 274 responden yang lahir antara 2 April 2005 hingga 1 April 2006. Para responden diminta menjawab pertanyaan seputar pandangan mereka mengenai hubungan romantis dan pernikahan.

Saat ditanya apakah mereka memiliki pengalaman berpacaran, 54 persen responden menjawab ya. Angka ini merupakan yang terendah kedua dalam satu dekade terakhir, setelah tahun sebelumnya yang mencatat 53,7 persen.

Perwakilan perusahaan menganalisis bahwa rendahnya angka pengalaman berpacaran ini kemungkinan dipengaruhi oleh masa SMP hingga SMA para responden yang bertepatan dengan pandemi COVID-19. Periode tersebut merupakan fase di mana remaja mulai lebih sadar akan lawan jenis dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertemu calon pasangan, namun pembatasan sosial selama pandemi membuat interaksi mereka menjadi terbatas.

Di sisi lain, sebanyak 34,3 persen responden menyatakan sedang menjalin hubungan dengan lawan jenis, meningkat 6,5 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Di kalangan responden laki-laki, angka ini mencatat kenaikan selama dua tahun berturut-turut. Sementara itu, responden yang menyatakan ingin “secara aktif menjalin hubungan ke depannya” mencapai 55,5 persen, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini diduga karena banyak anak muda kini bersikap lebih proaktif dan memiliki harapan yang lebih kuat setelah kehilangan kesempatan untuk bertemu calon pasangan selama masa pandemi.

Jika melihat tren selama 30 tahun sejak survei ini pertama kali dilakukan, persentase responden yang ingin menikah mencapai puncaknya pada 1997 dengan angka 89,5 persen. Setelah itu, angkanya cenderung bertahan di kisaran 80 persen, sebelum anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah survei pada tahun lalu, yakni 73,2 persen. Dalam survei terbaru ini, angka tersebut sedikit membaik menjadi 75,6 persen.

Terkait alasan ingin menikah, dengan jawaban ganda diperbolehkan, alasan yang paling banyak dipilih adalah “ingin bersama orang yang saya cintai” dengan 52,7 persen, disusul oleh “saya percaya memiliki keluarga akan membawa kebahagiaan” sebesar 43,5 persen.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Aturan Baru, Kripto Akan Dianggap sebagai Produk Keuangan

13 April 2026 - 17:10 WIB

Mayoritas Pelajar Jepang Sudah Gunakan AI, Terutama untuk Belajar dan Mencari Informasi

13 April 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak 20 Hari, Antisipasi Krisis Selat Hormuz

11 April 2026 - 18:00 WIB

China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia

11 April 2026 - 14:30 WIB

Jepang Siapkan Program 3 Tahun untuk Bantu Generasi “Employment Ice Age”

11 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on News