Menu

Dark Mode
Film Kamen Rider Agito 55th Anniversary Tambah 8 Pemain Baru, Aktor Legendaris Ikut Turun Gunung Kartu Pokémon Langka Pecahkan Rekor Dunia, Terjual Rp260 Miliar Lebih di Lelang Amerika Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman

News

Survei: Pekerja Jepang Kurang Termotivasi untuk Kembangkan Keterampilan Baru Dibanding Pekerja AS

badge-check


					Survei: Pekerja Jepang Kurang Termotivasi untuk Kembangkan Keterampilan Baru Dibanding Pekerja AS Perbesar

Sebuah survei terbaru dari situs lowongan kerja global Indeed Inc. mengungkapkan bahwa pekerja di Jepang jauh lebih sedikit yang termotivasi untuk mempelajari keterampilan baru dibandingkan rekan mereka di Amerika Serikat — sebagian besar karena minimnya dukungan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Menurut survei tersebut, 29,3% responden Jepang mengaku tidak tertarik untuk mengembangkan kemampuan baru, sementara di Amerika Serikat hanya 3,7% yang menyatakan hal serupa.

Penelitian ini dilakukan secara daring pada April hingga Mei terhadap 3.096 pekerja berusia 20–59 tahun di Jepang dan AS, dengan latar belakang perubahan teknologi yang pesat termasuk kemunculan kecerdasan buatan generatif (AI).

Profesor Hideo Owan dari Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Waseda, yang mengawasi survei ini, memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, “Jepang akan kehilangan daya saing globalnya.”

Hasil survei juga menunjukkan perbedaan mencolok dalam dukungan perusahaan. Sekitar 45,6% pekerja Jepang mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak menyediakan dukungan apa pun untuk pengembangan keterampilan, sedangkan 42,1% pekerja Amerika menyatakan bahwa mereka dapat berdiskusi dengan atasan atau pihak perusahaan mengenai peningkatan kemampuan kerja.

Perbedaan pola ini menyoroti bahwa di Amerika Serikat, perusahaan menjadi motor utama dalam mendorong peningkatan keterampilan, sementara di Jepang, tanggung jawab tersebut lebih dibebankan pada individu pekerja.

Terkait jenis keterampilan yang diinginkan, pekerja AS paling tertarik mengasah literasi teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan big data, sementara pekerja Jepang lebih memprioritaskan ketahanan mental (resilience), fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi (agility).

Survei ini menggunakan kategori keterampilan yang diadaptasi dari laporan “Jobs of Tomorrow: Skills Taxonomy” yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF).

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News