Menu

Dark Mode
Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang Anime The Fable Musim Kedua akan Tayang Januari 2027, Teaser Trailer Dirilis Harga Tanah Rata-Rata di Jepang Naik untuk Tahun Kelima Berturut-Turut, Didukung Permintaan Perumahan dan Pariwisata Layanan Taksi Tanpa Sopir Pertama di Jepang Ditargetkan Berjalan di Tahun 2027 Anime Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Akan Tayang di Jepang dan Amerika Utara pada April 2027 Viral! Ada Papan Peringatan yang Ditujukan Khusus ke Wisatawan Indonesia di Tateyama Kurobe

News

Survey Kementerian, Lonjakan Harga Beras di Jepang Bukan Karena Masalah Distribusi

badge-check


					Survey Kementerian, Lonjakan Harga Beras di Jepang Bukan Karena Masalah Distribusi Perbesar

Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) mengumumkan hasil dari enam survei yang dilakukan untuk menyelidiki lonjakan harga beras belakangan ini. Hasilnya, tidak ditemukan bukti adanya bottleneck (hambatan) dalam distribusi yang sebelumnya disebut-sebut sebagai penyebab utama naiknya harga.

Meski harga beras bermerek masih tinggi  sekitar 4.000 yen (sekitar Rp 420.000) untuk 5 kilogram, survei menemukan bahwa tingkat persediaan di berbagai sektor, termasuk koperasi pertanian (JA), pengecer, dan bisnis makanan, relatif sama dengan tahun sebelumnya. Bahkan, distributor besar tercatat memiliki 100.000 ton lebih banyak stok dibanding 2024, sebagian karena pelepasan beras cadangan pemerintah yang dilakukan sejak akhir Mei.

Survei skala nasional pertama sejak sistem distribusi beras saat ini dimulai pada 2004 dilakukan terhadap sekitar 70.000 bisnis, termasuk wawancara dengan pelaku industri makanan dan survei hasil penggilingan beras. Dalam pertemuan subkomite pangan pada 30 Juli, kementerian menyampaikan bahwa tidak ada bukti distribusi yang macet.

Sebelumnya, pemerintah menduga distributor menahan stok, menyebabkan gangguan pasokan. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa kenaikan harga kemungkinan besar disebabkan oleh permintaan yang melebihi perkiraan, serta kualitas brown rice (beras cokelat mentah) yang menurun akibat suhu panas ekstrem, sehingga pasokan menurun setelah proses penggilingan.

Sebagai tanggapan, kementerian kini akan merevisi proyeksi pasokan dan permintaan beras untuk tahun mendatang. Perkiraan yang biasanya dirilis akhir Juli pun ditunda.

Untuk referensi, permintaan beras tahun ini diperkirakan mencapai 7,11 juta ton, sementara stok sektor swasta per akhir Juni hanya 1,57 juta ton (termasuk cadangan pemerintah), jauh di bawah standar industri 1,8–2 juta ton yang dianggap cukup aman untuk mencegah kekurangan.

Dengan temuan ini, perhatian kini beralih dari masalah distribusi ke ketidakseimbangan pasokan-permintaan aktual, yang mungkin memerlukan kebijakan baru terkait produksi dan pelepasan cadangan beras di masa depan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang

16 September 2026 - 13:30 WIB

Harga Tanah Rata-Rata di Jepang Naik untuk Tahun Kelima Berturut-Turut, Didukung Permintaan Perumahan dan Pariwisata

16 September 2026 - 10:10 WIB

Layanan Taksi Tanpa Sopir Pertama di Jepang Ditargetkan Berjalan di Tahun 2027

15 September 2026 - 17:10 WIB

Viral! Ada Papan Peringatan yang Ditujukan Khusus ke Wisatawan Indonesia di Tateyama Kurobe

15 September 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Yamanashi akan Pungut Biaya Evakuasi Helikopter di Gunung Fuji di Luar Musim Pendakian

15 September 2026 - 15:10 WIB

Trending on News