Menu

Dark Mode
35 Persen Anak Muda Jepang Tak Berniat Menikah, Khawatir soal Penghasilan hingga Kehilangan Waktu Luang Toyohiro Akiyama, Orang Jepang Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa, Meninggal Dunia Jepang Akan Luncurkan Kereta Wisata Mewah dengan Sajian Masakan Prancis Hampir 5.000 Produk Makanan dan Minuman di Jepang Akan Naik Harga pada September Game Mobile Attack on Titan: Brave Order Akan Tutup Layanan pada 28 September Pengunjung Kastel Kumamoto Turun Separuh Usai Gempa Dahsyat

News

Tegangan Politik Jepang–China Ancam Kehadiran Panda di Jepang: Xiao Xiao & Lei Lei Siap Dipulangkan Februari

badge-check


					Tegangan Politik Jepang–China Ancam Kehadiran Panda di Jepang: Xiao Xiao & Lei Lei Siap Dipulangkan Februari Perbesar

Pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai kemungkinan darurat militer di Taiwan membuat China kecewa dan kini menimbulkan kekhawatiran bahwa kedatangan panda baru ke Jepang dapat terhambat. Hal ini terjadi menjelang batas waktu pemulangan dua anak panda yang saat ini menghuni kebun binatang di Tokyo pada bulan Februari mendatang.

Kerumunan besar pengunjung terus memadati Kebun Binatang Ueno pada Sabtu untuk memberikan salam perpisahan kepada panda kembar Xiao Xiao dan Lei Lei. Mereka merupakan satu-satunya panda yang tersisa di Jepang dan menarik perhatian publik yang besar.

Kedua panda yang lahir pada 2021 itu dijadwalkan kembali ke Tiongkok sesuai perjanjian peminjaman antara kedua negara. Seorang penggemar bahkan menyampaikan kekhawatirannya atas meningkatnya ketegangan politik, “Bisa saja nanti tidak ada lagi panda di Jepang.”

Di tengah ramai pengunjung pada libur akhir pekan tiga hari, seorang karyawan berusia 42 tahun dari Prefektur Kyoto mengatakan bahwa panda adalah “hewan istimewa yang bisa menenangkan hati hanya dengan melihatnya,” dan berharap mereka bisa tetap berada di Ueno.

Putrinya yang berusia lima tahun berkata, “Aku akan sedih kalau panda lucu itu pergi,” sambil memegang boneka panda kesayangannya.

Pada Juni lalu, empat panda raksasa yang dipinjamkan ke kebun binatang di Prefektur Wakayama telah dipulangkan ke Tiongkok, sehingga kini hanya tersisa dua panda di Ueno. Wakayama dan Kyoto sama-sama berada di wilayah Kansai, yang berjarak ratusan kilometer dari Tokyo.

Awal bulan ini, Takaichi menyebut situasi darurat di Taiwan yang melibatkan penggunaan kekuatan militer oleh China dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam keselamatan” Jepang, sehingga memungkinkan negara itu menjalankan hak bela diri kolektif.

Sebuah surat kabar Tiongkok melaporkan melalui media sosial bahwa jika kondisi terus memburuk, Beijing mungkin akan menangguhkan peminjaman panda baru ke Jepang. Seorang ahli bahkan memperingatkan Jepang bisa kehilangan akses terhadap hewan tersebut.

Yukinori Yokomi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Persahabatan Jepang–China, menyatakan kekhawatirannya bahwa program pertukaran ini pada akhirnya bisa hilang.

“Panda adalah duta perdamaian antara Jepang dan China. Saya khawatir upaya untuk mendatangkan mereka bisa terhambat karena masalah terbaru ini,” ujarnya, sembari berharap situasi dapat segera membaik.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

35 Persen Anak Muda Jepang Tak Berniat Menikah, Khawatir soal Penghasilan hingga Kehilangan Waktu Luang

2 September 2026 - 09:40 WIB

Toyohiro Akiyama, Orang Jepang Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa, Meninggal Dunia

2 September 2026 - 06:48 WIB

Jepang Akan Luncurkan Kereta Wisata Mewah dengan Sajian Masakan Prancis

2 September 2026 - 06:32 WIB

Hampir 5.000 Produk Makanan dan Minuman di Jepang Akan Naik Harga pada September

1 September 2026 - 18:10 WIB

Pengunjung Kastel Kumamoto Turun Separuh Usai Gempa Dahsyat

1 September 2026 - 10:45 WIB

Trending on News