Menu

Dark Mode
Aldnoah.Zero Resmi Lengkap Dub Inggris di Crunchyroll, Termasuk Episode Baru 24.5 Kosakata Jepang yang Sering Muncul di Label Supermarket Kebiasaan Menghabiskan Makanan Sampai Bersih Adalah Bentuk Rasa Hormat di Jepang Ryō Yasohachi Luncurkan Manga Baru “Satō Eiko (32) wa Hero ni Nareta no ka” Daihatsu Resmi Debutkan Mobil Listrik Niaga Pertama, Mulai Dijual Februari My Hero Academia: Vigilantes Season 2 Ungkap PV dan Pemeran Arc “Aizawa School Days”

TRAVEL

Terlalu Banyak Wisatawan, Desa Shirakawa Luncurkan Panduan Baru

badge-check


					Terlalu Banyak Wisatawan, Desa Shirakawa Luncurkan Panduan Baru Perbesar

Desa Shirakawa di Prefektur Gifu telah merilis sebuah buku panduan wisata yang tidak biasa untuk mengatasi permasalahan overtourism di kawasan Warisan Budaya Dunia UNESCO yang terkenal dengan rumah-rumah tradisional beratap jerami gaya gassho-zukuri.

Panduan bertajuk “Reconnecting Shirakawago” ini menekankan bahwa lanskap desa bukanlah taman hiburan, melainkan area tempat tinggal warga lokal.

Buku panduan tersebut tidak hanya memberikan informasi wisata, tetapi juga membahas tantangan yang dihadapi oleh desa berpenduduk sekitar 1.500 orang serta memberikan imbauan dan etika berkunjung bagi wisatawan.

“Warga desa sudah terlalu lelah untuk selalu menyambut wisatawan dengan tangan terbuka,” ujar seorang pejabat dari bagian promosi pariwisata desa. “Panduan ini dibuat karena kami ingin pengunjung berwisata secara bertanggung jawab.”

Fokus pada Etika, Bukan Objek Wisata

Alih-alih menonjolkan spot terkenal, panduan ini lebih banyak berisi aturan dan etika dasar berkunjung, seperti:

  • Dilarang berwisata di malam hari

  • Larangan merokok di jalan dan membuang puntung rokok sembarangan

  • Tidak boleh menggunakan kembang api atau sumber api lainnya

  • Bawa pulang sampah sendiri

  • Parkir hanya di tempat resmi milik desa

  • Larangan penggunaan drone

Panduan ini juga memuat komik empat panel yang menggambarkan reaksi warga terhadap wisatawan asing yang masuk tanpa izin dan sembarangan berdoa di altar Buddha rumah warga.

Tujuan: Sebar Wisatawan & Ringankan Beban Warga

Jumlah wisatawan melonjak dari 770.000 orang pada tahun 1995 menjadi 2,15 juta pada 2019. Pada 2024, jumlahnya kembali tinggi mencapai 2,08 juta orang, menciptakan kemacetan dan mengganggu aktivitas warga.

Pemerintah desa berharap wisatawan tidak hanya memadati zona utama, tetapi juga menjelajahi area Shirakawago yang lebih luas, seperti Rumah Toyama, Bendungan Miboro, dan kawasan onsen.

Panduan ini disebarkan di kantor Prefektur Gifu di Tokyo dan toko oleh-oleh di Nagoya, serta dapat diunduh melalui situs resmi desa Shirakawa. Pemerintah desa juga tengah mempertimbangkan versi multibahasa agar dapat diakses wisatawan mancanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cara Menentukan Jumlah Baju Ideal untuk Trip Jepang

3 February 2026 - 11:30 WIB

Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang

2 February 2026 - 08:00 WIB

Strategi Atur Waktu Check-in & Check-out Hotel Jepang Biar Liburan Lebih Efisien

28 January 2026 - 17:10 WIB

Universal Studios Japan Siapkan Atraksi Interaktif “Pokémon Experience”, Bakal Dibawa ke Taman Hiburan Universal di Seluruh Dunia

24 January 2026 - 16:10 WIB

Kenapa Banyak Orang Indonesia Sakit Saat Winter di Jepang?

23 January 2026 - 18:30 WIB

Trending on TRAVEL