Menu ✖

Dark Mode
Masashi Kishimoto Umumkan Manga Baru Naruto, Berjudul Naruto Shadow Rising Attack on Titan: The Musical Gelar Tur Dunia, Singapura Jadi Negara Pembuka pada 2027 Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan

News

Tips Aman & Legal Bawa Obat Pribadi ke Jepang

badge-check


					Tips Aman & Legal Bawa Obat Pribadi ke Jepang Perbesar

Mau liburan atau tinggal sementara di Jepang, pastinya kamu ingin tetap sehat dan nyaman selama di sana. Tapi buat kamu yang rutin konsumsi obat pribadi—baik itu vitamin, suplemen, maupun resep dokter—ada satu hal penting yang harus diperhatikan: aturan ketat soal obat di Jepang.

Nggak semua obat yang legal di Indonesia otomatis boleh masuk Jepang. Bahkan, beberapa jenis bisa bikin kamu dicegat di bandara! Biar nggak kena masalah, yuk simak tips aman dan legal bawa obat pribadi ke Jepang berikut ini.


1. Kenali Obat yang Dilarang Masuk Jepang

Jepang sangat ketat terhadap obat-obatan yang mengandung zat tertentu. Beberapa obat flu, batuk, atau dekongestan yang biasa kita beli bebas di Indonesia bisa dilarang di Jepang. Contohnya:

Pastikan kamu cek kandungannya, jangan cuma nama merknya.


2. Bawa Resep Dokter (Dalam Bahasa Inggris)

Kalau kamu harus membawa obat dengan kandungan aktif tertentu, pastikan kamu punya:

  • Surat keterangan atau resep dari dokter

  • Sebaiknya dalam bahasa Inggris

  • Cantumkan nama pasien, dosis, nama obat, dan alasan pengobatan

Ini penting jika kamu diperiksa petugas bea cukai di bandara Jepang.


3. Jangan Bawa Terlalu Banyak

Jepang hanya mengizinkan kamu membawa obat untuk penggunaan pribadi selama 1 bulan (untuk obat biasa) atau 2 bulan (untuk suplemen atau vitamin).
Kalau kamu perlu membawa lebih dari itu, wajib ajukan izin dulu lewat sistem bernama “Yakkan Shoumei”.


4. Cara Ajukan Yakkan Shoumei (Surat Persetujuan Obat dari Kementerian Kesehatan Jepang)

Kalau kamu bawa:

  • Obat resep lebih dari 1 bulan

  • Obat suntik seperti insulin

  • Alat kesehatan seperti inhaler atau jarum suntik

Kamu harus isi formulir Yakkan Shoumei dan kirimkan via email ke Kementerian Kesehatan Jepang sebelum keberangkatan. Proses bisa memakan waktu 1–2 minggu, jadi jangan mepet!

Formulir dan info bisa dicek di situs resmi:
https://www.mhlw.go.jp/english/policy/health-medical/pharmaceuticals/01.html


5. Selalu Simpan Obat di Kemasan Asli

Jangan memindahkan obat ke wadah polos tanpa label. Simpan di kemasan aslinya lengkap dengan nama dan dosis. Hal ini memudahkan petugas bandara mengecek legalitasnya.


6. Bawa di Bagasi Kabin

Obat pribadi sebaiknya disimpan di tas kabin agar mudah diakses saat dibutuhkan dan tidak hilang kalau bagasi nyasar. Khusus untuk cairan, pastikan tak melebihi aturan volume (biasanya maksimal 100 ml per botol).


Membawa obat ke Jepang itu sah-sah saja, asal sesuai aturan. Jangan anggap sepele, karena pelanggaran bisa berakibat serius—mulai dari denda, ditahan di bandara, atau bahkan dideportasi. Dengan persiapan yang benar dan dokumen pendukung, kamu bisa tetap sehat dan tenang selama menjelajah Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News