Banyak orang baru sadar satu hal setelah hari pertama di Jepang: kaki pegal itu nyata. Jepang adalah negara yang sangat ramah pejalan kaki, tapi justru itu yang bikin banyak wisatawan—terutama dari Indonesia—kaget karena intensitas jalan yang jauh lebih tinggi dari biasanya.
Kalau nggak disiapkan dengan benar, nyeri kaki bisa bikin itinerary berantakan. Nah, ini panduan praktis supaya kaki tetap kuat sampai hari terakhir.
1. Realita Jalan Kaki di Jepang yang Perlu Kamu Tahu
Sebagai gambaran:
-
10.000–20.000 langkah per hari itu normal
-
Banyak naik turun tangga stasiun
-
Jalan cepat mengikuti ritme orang lokal
-
Berdiri lama di kereta, antrian, dan tempat wisata
👉 Nyeri kaki bukan karena “kurang kuat”, tapi karena beban yang konsisten setiap hari.
2. Sepatu Lebih Penting dari Outfit
Kesalahan paling fatal:
-
Sepatu baru
-
Sepatu keras atau sol tipis
-
Sepatu fashion tapi nggak ergonomis
Tips aman:
-
Pakai sepatu yang sudah dipakai minimal 2–3 minggu
-
Sol empuk & fleksibel
-
Ruang jari cukup (kaki bisa sedikit membesar saat banyak jalan)
❌ Jangan “nekat demi foto”
✔ Kaki sakit = liburan rusak
3. Jangan Remehkan Kaos Kaki
Kaos kaki sering dianggap sepele, padahal penting banget.
Pilih:
-
Bahan menyerap keringat
-
Tidak terlalu tipis
-
Tidak terlalu ketat di pergelangan
Banyak orang nyeri bukan karena sepatu, tapi karena gesekan + lembap.
4. Atur Pace Jalan, Jangan Ikut Orang Lokal
Orang Jepang jalan cepat karena:
-
Sudah terbiasa
-
Kejar waktu kerja
Wisatawan tidak wajib ikut ritme itu.
Strategi:
-
Jalan santai tapi konsisten
-
Istirahat singkat tiap 1–2 jam
-
Manfaatkan bangku umum, taman, atau café
👉 Lebih baik lambat tapi tahan lama.
5. Gunakan Transportasi dengan Cerdas
Kadang kita terlalu “ambisius”:
-
Jalan 1 stasiun karena kelihatan dekat di maps
-
Padahal harus naik turun tangga panjang
Tips:
-
Jangan ragu naik kereta 1 stop
-
Gunakan bus lokal di area wisata
-
Lift stasiun boleh dipakai wisatawan
6. Stretching Ringan Pagi & Malam
Nggak perlu ribet:
-
Putar pergelangan kaki
-
Regangkan betis & paha
-
Lakukan 3–5 menit
Efeknya kerasa banget kalau dilakukan rutin, terutama sebelum tidur.
7. Manfaatkan Produk Jepang untuk Kaki Pegal
Di Jepang, nyeri kaki itu hal umum—dan solusinya banyak.
Yang mudah ditemukan:
-
Patch hangat/dingin
-
Spray kaki lelah
-
Insole tambahan
Semua ada di drugstore (Matsumoto Kiyoshi, Donki, dsb.).
8. Atur Itinerary yang Masuk Akal
Kesalahan klasik:
-
Terlalu banyak spot dalam satu hari
-
Lompat-lompat area jauh
Tips:
-
Fokus 1 area per hari
-
Gabungkan spot yang searah
-
Sisipkan waktu “nongkrong” atau indoor
Liburan itu maraton, bukan sprint.
9. Dengarkan Tubuh, Jangan Dipaksakan
Kalau sudah:
-
Nyeri tajam
-
Kesemutan
-
Sakit saat menapak
Itu tanda harus istirahat, bukan ditahan.
Lebih baik:
-
Skip 1 spot
-
Pulang lebih awal
-
Recovery supaya besok bisa lanjut
Nyeri kaki saat traveling di Jepang itu umum, tapi bisa dicegah. Dengan sepatu yang tepat, ritme jalan yang masuk akal, dan itinerary yang realistis, kamu bisa menikmati Jepang tanpa drama kaki pegal di hari kedua.










