Menu

Dark Mode
Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran Kosakata Jepang untuk Tingkat Kematangan & Rasa Jun Matsumoto Resmi Bergabung di Live-Action Chiruran: Shinsengumi Requiem, Tayang Maret Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini Kata Jepang di Konbini yang Sering Bikin Orang Asing Bingung

News

Tokyo Hentikan Sementara Layanan Helikopter Medis Darurat karena Kekurangan Mekanik

badge-check


					Tokyo Hentikan Sementara Layanan Helikopter Medis Darurat karena Kekurangan Mekanik Perbesar

Pemerintah Metropolitan Tokyo menghentikan sementara operasional helikopter medis darurat, yang dikenal sebagai doctor helicopter, sejak Kamis lalu akibat kekurangan staf. Penghentian ini berlangsung hingga Minggu, dan akan kembali dilakukan pada 24–26 Agustus mendatang.

Doctor helicopter atau doctor-heli digunakan untuk mengangkut pasien darurat ketika transportasi udara dinilai lebih cepat dan efisien dibanding ambulans darat.

Menurut Pemerintah Metropolitan Tokyo, program doctor helicopter dioperasikan bersama Rumah Sakit Universitas Kyorin, dengan pelaksanaan operasional pesawat diserahkan kepada Hirata Gakuen, lembaga pelatihan penerbangan berbasis di Kobe.

Hirata Gakuen tidak dapat menyediakan mekanik pada periode penghentian layanan kali ini karena beberapa mekanik meninggalkan pekerjaan secara bersamaan. Lembaga tersebut kini tengah merekrut staf baru dan menargetkan kembali beroperasi penuh mulai bulan depan.

Meski dapat digunakan di seluruh wilayah Tokyo, helikopter ini terutama dioperasikan di wilayah pegunungan Distrik Tama, Tokyo Barat, di mana perjalanan udara lebih praktis. Berdasarkan data terbaru pemerintah metropolitan, helikopter ini telah dikerahkan sebanyak 1.360 kali pada tahun fiskal 2023.

Selama penghentian sementara, layanan ambulans akan dimaksimalkan bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran agar pasien tetap segera mendapatkan penanganan medis, sebagaimana prosedur saat cuaca buruk menghambat penerbangan.

Kekurangan staf di Hirata Gakuen yang memicu penghentian ini bersifat sementara. Namun, pemerintah metropolitan mencatat adanya kekurangan mekanik secara kronis untuk perawatan dan operasional doctor helicopter, tidak hanya di Tokyo tetapi juga di seluruh Jepang. Umumnya, setiap prefektur mengandalkan satu lembaga saja untuk mengoperasikan layanan ini, bahkan dalam beberapa kasus, staf pensiunan harus memperpanjang masa kerja untuk mengisi kekosongan.

Seiring meningkatnya permintaan layanan doctor helicopter, terutama akibat seringnya bencana alam di Jepang, Kementerian Transportasi terus berupaya menambah jumlah pilot dan melatih lebih banyak mekanik di industri penerbangan. Sebuah panel ahli telah merilis laporan akhir mengenai rencana masa depan pada awal tahun ini.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News