Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Turis Kembali Buat Kekacauan Demi Ingin Dapat Foto di Depan Lawson Fujikawaguchiko

badge-check


					Turis Kembali Buat Kekacauan Demi Ingin Dapat Foto di Depan Lawson Fujikawaguchiko Perbesar

Sejak April lalu, toko serba ada Lawson di Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi, menjadi magnet wisatawan yang ingin mengabadikan pemandangan toko ini berlatar Gunung Fuji. Namun, fenomena ini membawa lebih dari sekadar turis — keluhan warga lokal terkait sampah, pelanggaran lalu lintas, dan keramaian di properti pribadi memicu tindakan tegas dari pemerintah setempat.

Awalnya, layar penghalang dipasang untuk mengurangi keramaian, tetapi setelah situasi membaik, layar tersebut dicopot pada Agustus. Kini, hanya tiga bulan berselang, masalah kembali muncul. Turis yang buruk tingkah kembali memadati area, menciptakan “zona tanpa aturan” yang membuat petugas keamanan jadi sasaran makian.

Petugas Keamanan Jadi Korban

Petugas keamanan yang ditugaskan untuk menjaga ketertiban sering kali menghadapi hinaan, bahkan dalam bahasa Jepang yang kasar seperti “idiot,” “mati,” dan “pergi sana.” Ironisnya, beberapa turis malah menuntut penggunaan bahasa kehormatan ketika ditegur, meskipun mereka melanggar peraturan setempat.

Salah satu tugas utama petugas adalah menghentikan turis dari berlari ke jalan yang ramai dengan kendaraan besar. Namun, banyak pengunjung yang mengabaikan tanda peringatan seperti “Dilarang Berlari ke Jalan Raya,” membuat tugas petugas semakin sulit dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Solusi atau Masalah Baru?

Pada hari-hari cerah ketika Gunung Fuji terlihat jelas, situasi menjadi lebih kacau, dengan turis berdesakan untuk mendapatkan foto terbaik. Warga lokal khawatir tindakan yang lebih ekstrem mungkin diperlukan, termasuk pemasangan kembali layar penghalang.

Meski Lawson belum mengambil langkah besar untuk menangani masalah ini, harapannya adalah wisatawan lebih menghargai aturan dan petugas keamanan. Jika tidak, layar penghalang kemungkinan besar harus dipasang kembali — menutup pemandangan indah yang seharusnya bisa dinikmati dengan cara yang lebih tertib

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News