Menu

Dark Mode
Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang Sony Resmi Tinggalkan Pasar Blu-ray Recorder, Streaming Jadi Penentu Zaman Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang Kosakata Jepang untuk Proses Check-out

News

Turis Kembali Buat Kekacauan Demi Ingin Dapat Foto di Depan Lawson Fujikawaguchiko

badge-check


					Turis Kembali Buat Kekacauan Demi Ingin Dapat Foto di Depan Lawson Fujikawaguchiko Perbesar

Sejak April lalu, toko serba ada Lawson di Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi, menjadi magnet wisatawan yang ingin mengabadikan pemandangan toko ini berlatar Gunung Fuji. Namun, fenomena ini membawa lebih dari sekadar turis — keluhan warga lokal terkait sampah, pelanggaran lalu lintas, dan keramaian di properti pribadi memicu tindakan tegas dari pemerintah setempat.

Awalnya, layar penghalang dipasang untuk mengurangi keramaian, tetapi setelah situasi membaik, layar tersebut dicopot pada Agustus. Kini, hanya tiga bulan berselang, masalah kembali muncul. Turis yang buruk tingkah kembali memadati area, menciptakan “zona tanpa aturan” yang membuat petugas keamanan jadi sasaran makian.

Petugas Keamanan Jadi Korban

Petugas keamanan yang ditugaskan untuk menjaga ketertiban sering kali menghadapi hinaan, bahkan dalam bahasa Jepang yang kasar seperti “idiot,” “mati,” dan “pergi sana.” Ironisnya, beberapa turis malah menuntut penggunaan bahasa kehormatan ketika ditegur, meskipun mereka melanggar peraturan setempat.

Salah satu tugas utama petugas adalah menghentikan turis dari berlari ke jalan yang ramai dengan kendaraan besar. Namun, banyak pengunjung yang mengabaikan tanda peringatan seperti “Dilarang Berlari ke Jalan Raya,” membuat tugas petugas semakin sulit dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Solusi atau Masalah Baru?

Pada hari-hari cerah ketika Gunung Fuji terlihat jelas, situasi menjadi lebih kacau, dengan turis berdesakan untuk mendapatkan foto terbaik. Warga lokal khawatir tindakan yang lebih ekstrem mungkin diperlukan, termasuk pemasangan kembali layar penghalang.

Meski Lawson belum mengambil langkah besar untuk menangani masalah ini, harapannya adalah wisatawan lebih menghargai aturan dan petugas keamanan. Jika tidak, layar penghalang kemungkinan besar harus dipasang kembali — menutup pemandangan indah yang seharusnya bisa dinikmati dengan cara yang lebih tertib

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang

11 February 2026 - 12:10 WIB

Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan

11 February 2026 - 10:10 WIB

Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China

10 February 2026 - 19:10 WIB

Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi

10 February 2026 - 17:10 WIB

Cat Rambut hingga Sneakers: Perusahaan Jepang Mulai Longgarkan Aturan Penampilan Demi Bertahan di Era Kekurangan Tenaga Kerja

10 February 2026 - 12:10 WIB

Trending on News