Kedutaan Besar Jepang di Rusia baru-baru ini membuka masing-masing satu pusat pengajuan visa di Moskow dan St. Petersburg untuk mengatasi lonjakan tajam warga Rusia yang bepergian ke Jepang.
Menurut data Japan National Tourism Organization, total kedatangan wisatawan Rusia tahun lalu hampir dua kali lipat dibandingkan 2024, mencapai rekor tertinggi 194.900 orang. Kenaikan ini diyakini dipicu oleh kemudahan memperoleh visa serta daya tarik biaya perjalanan yang lebih terjangkau akibat melemahnya yen.
Pembukaan pusat visa baru ini bertujuan mengurangi antrean panjang yang setiap hari terjadi di Kedutaan Jepang di Moskow dan Konsulat Jenderal di St. Petersburg.
Setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, sejumlah negara Eropa utama menaikkan biaya visa bagi warga Rusia hingga lebih dari dua kali lipat serta memperketat prosedur. Sebaliknya, Kedutaan Jepang tidak mengenakan biaya penanganan visa bagi pemohon asal Rusia dan dapat menerbitkan visa hanya dalam waktu sekitar empat hari.
Meski demikian, pemohon tetap harus membayar biaya layanan sebesar 970 rubel (sekitar US$12,6) di pusat visa baru tersebut. Pada hari pembukaan di Moskow saja, tercatat lebih dari 100 reservasi diterima.
Dalam seremoni pembukaan pusat visa di Moskow pada 12 Februari, Menteri Kedutaan Jepang Daiji Yamaguchi menyatakan, “Hubungan Jepang-Rusia memang rumit, tetapi peningkatan jumlah pengunjung Rusia ke Jepang akan menjadi fondasi bagi hubungan kita di masa depan.”
Salah satu pemohon, Ulyana (24), pekerja lepas yang enggan menyebutkan nama belakangnya, mengaku berencana mengunjungi Jepang pada Maret. Ia menuturkan bahwa sebelumnya temannya harus menunggu lebih dari satu jam di luar ruangan dengan suhu minus 20 derajat Celsius untuk mengurus visa.
“Kali ini saya tidak perlu antre sama sekali, semuanya selesai dalam 30 menit,” ujarnya.
Sc : KN








