Menu

Dark Mode
Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

Indonesia x Jepang

Wakil Menteri Pertanian Ajak Jepang Perluas Kerja Sama Pertanian dengan Indonesia

badge-check


					Wakil Menteri Pertanian Ajak Jepang Perluas Kerja Sama Pertanian dengan Indonesia Perbesar

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menekankan pentingnya memperkuat hubungan pertanian antara Jepang dan Indonesia. Ia mengajak Jepang untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang pertanian, mulai dari ekspor-impor hingga transfer teknologi dan pelatihan.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Yoichi Watanabe, di Tokyo baru-baru ini.

“Hubungan antara Jepang dan Indonesia sudah lama baik. Kami ingin memperluas kerja sama ini, terutama di sektor pertanian seperti ekspor-impor, transfer teknologi, pelatihan, dan lainnya,” ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2024.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga mengajak Jepang untuk berinvestasi di sektor pertanian Indonesia, termasuk dalam perdagangan, pelatihan, dan penerapan teknologi pertanian. Ia menyoroti potensi Indonesia sebagai negara tropis dalam memproduksi komoditas pertanian, dan berharap adanya transfer teknologi dari Jepang agar produk hortikultura Indonesia bisa memenuhi standar internasional.

Sudaryono menekankan pentingnya ketahanan pangan, yang menjadi salah satu fokus utama presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menambahkan bahwa pencapaian ketahanan pangan membutuhkan pendekatan modern, seperti mekanisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penerapan teknologi canggih.

Salah satu langkah konkret yang telah dimulai adalah program cetak sawah baru seluas 3 juta hektar. Sudaryono memastikan bahwa proyek ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang ada tanpa melakukan deforestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing

11 July 2026 - 14:10 WIB

Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan

11 July 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan

11 July 2026 - 11:10 WIB

Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay

11 July 2026 - 07:00 WIB

Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

9 July 2026 - 15:10 WIB

Trending on News