Menu

Dark Mode
SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

News

Yen Melemah Usai PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur

badge-check


					Yen Melemah Usai PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur Perbesar

Yen melemah secara luas pada Senin (8/9) setelah Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya, sementara dolar AS masih berupaya bangkit setelah anjlok akibat data tenaga kerja yang lemah di Amerika Serikat yang semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan ini.

Fokus pasar pada Senin juga tertuju pada pemungutan suara kepercayaan Perdana Menteri Prancis François Bayrou, yang diperkirakan akan kalah dan membuat ekonomi terbesar kedua di zona euro itu semakin dalam krisis politik.

Ishiba pada Minggu menyatakan mundur dari jabatannya, membuka kemungkinan periode panjang ketidakpastian kebijakan di saat rapuhnya perekonomian terbesar keempat dunia.

Yen pun melemah dalam perdagangan Asia pada Senin, turun 0,6% terhadap dolar AS menjadi ¥148,25. Mata uang Jepang itu juga merosot ke posisi terendah dalam lebih dari setahun terhadap euro dan pound sterling, masing-masing di ¥173,91 dan ¥200,33.

Investor kini menyoroti kemungkinan Ishiba digantikan oleh sosok yang mendukung kebijakan fiskal dan moneter longgar, seperti politikus senior Partai Demokrat Liberal (LDP) Sanae Takaichi, yang kerap mengkritik kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ).

“Probabilitas kenaikan suku bunga tambahan pada September memang sejak awal tidak tinggi, sehingga kemungkinan besar bulan itu akan menjadi fase wait-and-see,” kata Hirofumi Suzuki, kepala strategi mata uang di SMBC.
“Namun, mulai Oktober, arah kebijakan akan bergantung pada siapa perdana menteri berikutnya, jadi situasinya akan tetap dinamis.”

Kekhawatiran atas ketidakpastian politik mendorong aksi jual yen dan obligasi pemerintah Jepang (JGB) pekan lalu, hingga membuat imbal hasil obligasi 30 tahun naik ke rekor tertinggi.

“Dengan LDP tidak memiliki mayoritas jelas, investor akan tetap berhati-hati sampai pengganti dikonfirmasi, sehingga volatilitas akan tinggi di yen, obligasi, maupun saham,” ujar Charu Chanana, kepala strategi investasi di Saxo.

Mantan menteri luar negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan akan mencalonkan diri dalam pemilihan ketua LDP berikutnya, menurut laporan Kyodo pada Senin.

Sementara itu, data Senin menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh jauh lebih cepat dari perkiraan awal pada kuartal kedua, namun pasar hampir tidak bereaksi.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Trending on News