Menu

Dark Mode
PM Jepang Temui Trump di AS, Bahas Keamanan Global hingga Investasi Triliunan Yen Jepang Perpanjang Masa Pakai Kartu Asuransi Lama hingga Juli 2026 Turis Asing ke Jepang Tembus Rekor Baru, Korea Selatan & Taiwan Jadi Penyumbang Terbesar Suku Bunga Jepang Ditahan di 0,75%, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Utama Jepang Luncurkan Kereta Khusus Turis Asing Bisa Nikmati View Gunung Fuji Sepanjang Perjalanan Anime The Dangers in My Heart Dipastikan Lanjut Season 3, Tayang 2027

Culture

“Zabuton”: Bantal Duduk Tradisional yang Punya Etika Tersendiri

badge-check


					“Zabuton”: Bantal Duduk Tradisional yang Punya Etika Tersendiri Perbesar

Kalau kamu pernah nonton acara rakugo (komedi duduk) atau upacara minum teh Jepang, mungkin kamu pernah melihat bantal tipis berbentuk kotak yang diletakkan di lantai tatami. Itulah zabuton (座布団) — bantal duduk tradisional Jepang yang bukan sekadar alas nyaman, tapi juga memiliki nilai budaya dan etika tersendiri.

Apa Itu Zabuton?

Zabuton secara harfiah berarti “alas kain untuk duduk”. Bentuknya kotak, rata, dan biasanya berisi kapas atau bahan sintetis. Bantal ini digunakan saat duduk bersila atau seiza (duduk formal dengan kaki dilipat ke belakang), terutama di ruangan dengan lantai tatami.

Zabuton biasa ditemukan di rumah tradisional, kuil, dojo, ruang pertemuan, dan pertunjukan seni tradisional seperti rakugo atau sumo.


Etika Menggunakan Zabuton

Menggunakan zabuton ternyata tidak boleh sembarangan. Ada beberapa aturan tak tertulis yang dijunjung tinggi, terutama dalam situasi formal:

  1. Jangan Langsung Duduk!
    Dalam situasi formal, kamu tidak langsung duduk di atas zabuton saat masuk ruangan. Biasanya, kamu duduk seiza di lantai dulu, lalu baru memindahkan posisi ke atas zabuton setelah dipersilakan.

  2. Duduk dengan Rapi
    Duduklah dengan posisi seiza atau bersila yang sopan, jangan selonjoran apalagi rebahan. Dalam budaya Jepang, posisi duduk mencerminkan rasa hormat.

  3. Jangan Injak atau Geser dengan Kaki
    Menggeser zabuton dengan kaki dianggap kurang sopan. Kalau ingin mengatur posisi bantal, gunakan tangan.

  4. Etika Pemberian Zabuton
    Dalam pertemuan formal, tuan rumah sering meletakkan zabuton untuk tamu sebagai bentuk keramahan. Memberikan zabuton bisa menjadi simbol penghormatan — terutama kalau bantalnya lebih tebal dan empuk dari biasanya.


Zabuton di Dunia Hiburan

Zabuton juga punya peran penting dalam budaya populer:

  • Dalam rakugo, pencerita duduk di atas zabuton sepanjang pertunjukan.

  • Di acara kuis TV legendaris Shōten, komedian akan mendapatkan (atau kehilangan) zabuton sebagai bentuk poin selama mereka melawak — semakin lucu, semakin banyak bantal!

Zabuton adalah contoh kecil dari bagaimana budaya Jepang menghargai kenyamanan, kesopanan, dan estetika dalam kehidupan sehari-hari. Meski hanya sebuah bantal, cara penggunaannya mencerminkan tata krama dan perhatian terhadap detail — nilai yang sangat dijunjung tinggi di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture