Menu

Dark Mode
Presiden Prabowo Berencana Akan Kunjungi Jepang Temui PM Takaichi Akhir Maret Rekor 4,5 Miliar Yen Uang Tunai Diserahkan ke Polisi Tokyo sebagai Barang Hilang pada 2025 One Piece Tembus 600 Juta Kopi di Seluruh Dunia, Rayakan dengan Proyek Film Spesial Jepang Siapkan Panduan Tarif Ganda di Fasilitas Wisata Publik untuk Atasi Overtourism Listrik Padam, Layanan Shinkansen Tokyo–Sendai Dihentikan PM Sanae Takaichi: Jepang Miliki Cadangan Minyak 254 Hari di Tengah Penutupan Selat Hormuz

Culture

🤫 Kenapa Orang Jepang Tidak Ngobrol di Eskalator atau Lift?

badge-check


					🤫 Kenapa Orang Jepang Tidak Ngobrol di Eskalator atau Lift? Perbesar

Kalau kamu pernah berkunjung ke Jepang, mungkin kamu menyadari satu hal yang menarik: orang-orang cenderung diam saat berada di eskalator atau lift. Tak ada obrolan, tak ada suara keras — hanya keheningan yang terjaga, seolah semua tahu aturan tak tertulis itu.

Lalu, kenapa sih orang Jepang tidak ngobrol di tempat seperti itu?


🔇 Bukan Karena Sombong, Tapi Karena Menghormati Ruang Bersama

Dalam budaya Jepang, menghormati orang lain di ruang publik adalah nilai penting. Eskalator dan lift dianggap sebagai ruang bersama yang bersifat sempit, tertutup, dan sementara, sehingga menjaga ketenangan di tempat itu dianggap sebagai bentuk kesopanan.

Berbicara keras atau tertawa di ruang kecil seperti lift bisa dianggap mengganggu kenyamanan orang lain, apalagi jika mereka sedang lelah, ingin fokus, atau tidak ingin terlibat dalam interaksi sosial.


🚶‍♂️ Eskalator: Diam di Kiri, Jalan di Kanan

Di banyak kota Jepang, ada aturan tidak tertulis di eskalator:

  • Diam di kiri, jalan di kanan (kecuali di Osaka, sebaliknya)

Mereka yang berdiri diam biasanya diam sepenuhnya, tidak ngobrol bahkan dengan teman sekalipun, karena:

  • Mereka tahu ada orang di belakang yang ingin cepat naik/turun

  • Suara obrolan bisa memantul dan terasa mengganggu

Jadi, lebih baik fokus ke arah perjalanan, daripada sibuk berbicara.


🛗 Lift: Hening sebagai Norma Sosial

Lift sering kali diisi oleh orang asing, dan dalam konteks budaya Jepang, berbicara di tengah orang yang tidak dikenal bisa terasa tidak sopan. Selain itu:

  • Ruang sempit = suara lebih keras dan terasa invasif

  • Banyak orang merasa tidak nyaman jika harus mendengarkan percakapan pribadi orang lain

Bahkan petugas gedung atau resepsionis biasanya menghindari berbicara di dalam lift, kecuali benar-benar perlu.


🎌 Prinsip ‘Kuuki wo Yomu’ (空気を読む)

Fenomena ini erat kaitannya dengan konsep kuuki wo yomu, yaitu “membaca suasana”. Orang Jepang terbiasa menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa harus diberi tahu — mereka tahu kapan harus diam, kapan harus bicara, dan kapan cukup memberi ruang bagi orang lain.

Orang Jepang tidak ngobrol di eskalator atau lift bukan karena dingin atau cuek, tapi karena menghormati ruang publik dan kenyamanan bersama.
Diam bukan berarti tidak ramah — justru itu bentuk empati terhadap sekitar.

Bagi orang asing, mungkin awalnya terasa “terlalu hening”, tapi begitu kamu memahami alasan di baliknya, kamu akan melihat bahwa ini adalah bagian dari kesopanan dan kepekaan sosial yang mendalam dalam budaya Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture