Menu

Dark Mode
My Hero Academia Resmi Tamat Setelah Hampir Satu Dekade, Menutup Kisah Deku dengan Seruan “PLUS ULTRA” Jizō-sama: Penjaga Sunyi Anak-Anak dan Orang yang Melintas di Jalanan Jepang Film Terbaru Crayon Shin-chan Bertema Yōkai Siap Tayang Musim Panas 2026 Cara Membawa Perlengkapan Sholat & Makanan Halal dari Indonesia ke Jepang Cara Mengatakan “Aku Nggak Yakin” dalam Banyak Nuansa Bahasa Jepang Manga Psyren Akhirnya Dapat Adaptasi Anime, Tayang 2026

Culture

🤫 Kenapa Orang Jepang Tidak Ngobrol di Eskalator atau Lift?

badge-check


					🤫 Kenapa Orang Jepang Tidak Ngobrol di Eskalator atau Lift? Perbesar

Kalau kamu pernah berkunjung ke Jepang, mungkin kamu menyadari satu hal yang menarik: orang-orang cenderung diam saat berada di eskalator atau lift. Tak ada obrolan, tak ada suara keras — hanya keheningan yang terjaga, seolah semua tahu aturan tak tertulis itu.

Lalu, kenapa sih orang Jepang tidak ngobrol di tempat seperti itu?


🔇 Bukan Karena Sombong, Tapi Karena Menghormati Ruang Bersama

Dalam budaya Jepang, menghormati orang lain di ruang publik adalah nilai penting. Eskalator dan lift dianggap sebagai ruang bersama yang bersifat sempit, tertutup, dan sementara, sehingga menjaga ketenangan di tempat itu dianggap sebagai bentuk kesopanan.

Berbicara keras atau tertawa di ruang kecil seperti lift bisa dianggap mengganggu kenyamanan orang lain, apalagi jika mereka sedang lelah, ingin fokus, atau tidak ingin terlibat dalam interaksi sosial.


🚶‍♂️ Eskalator: Diam di Kiri, Jalan di Kanan

Di banyak kota Jepang, ada aturan tidak tertulis di eskalator:

  • Diam di kiri, jalan di kanan (kecuali di Osaka, sebaliknya)

Mereka yang berdiri diam biasanya diam sepenuhnya, tidak ngobrol bahkan dengan teman sekalipun, karena:

  • Mereka tahu ada orang di belakang yang ingin cepat naik/turun

  • Suara obrolan bisa memantul dan terasa mengganggu

Jadi, lebih baik fokus ke arah perjalanan, daripada sibuk berbicara.


🛗 Lift: Hening sebagai Norma Sosial

Lift sering kali diisi oleh orang asing, dan dalam konteks budaya Jepang, berbicara di tengah orang yang tidak dikenal bisa terasa tidak sopan. Selain itu:

  • Ruang sempit = suara lebih keras dan terasa invasif

  • Banyak orang merasa tidak nyaman jika harus mendengarkan percakapan pribadi orang lain

Bahkan petugas gedung atau resepsionis biasanya menghindari berbicara di dalam lift, kecuali benar-benar perlu.


🎌 Prinsip ‘Kuuki wo Yomu’ (空気を読む)

Fenomena ini erat kaitannya dengan konsep kuuki wo yomu, yaitu “membaca suasana”. Orang Jepang terbiasa menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa harus diberi tahu — mereka tahu kapan harus diam, kapan harus bicara, dan kapan cukup memberi ruang bagi orang lain.

Orang Jepang tidak ngobrol di eskalator atau lift bukan karena dingin atau cuek, tapi karena menghormati ruang publik dan kenyamanan bersama.
Diam bukan berarti tidak ramah — justru itu bentuk empati terhadap sekitar.

Bagi orang asing, mungkin awalnya terasa “terlalu hening”, tapi begitu kamu memahami alasan di baliknya, kamu akan melihat bahwa ini adalah bagian dari kesopanan dan kepekaan sosial yang mendalam dalam budaya Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jizō-sama: Penjaga Sunyi Anak-Anak dan Orang yang Melintas di Jalanan Jepang

15 December 2025 - 18:10 WIB

Shishimai: Tarian Singa Pembawa Keberuntungan dari Desa-desa Jepang

12 December 2025 - 18:30 WIB

Wagasa: Payung Kertas Tradisional yang Masih Dibuat Manual

11 December 2025 - 16:10 WIB

Shuin: Koleksi Stempel Kuil yang Ada Seninya

6 December 2025 - 17:30 WIB

Budaya “Oseibo” & “Ochūgen”: Hadiah Musiman sebagai Bentuk Terima Kasih ala Jepang

4 December 2025 - 18:30 WIB

Trending on Culture