Menu

Dark Mode
Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

News

7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional

badge-check


					7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional Perbesar

Menteri Ekonomi Jepang, Ryosei Akazawa, menyatakan bahwa potensi akuisisi asing terhadap raksasa ritel Jepang Seven & i akan memiliki keterkaitan erat dengan keamanan nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, menanggapi tawaran pembelian senilai $47 miliar dari Alimentation Couche-Tard, perusahaan asal Kanada.

Komentar tersebut menjadi pernyataan publik pertama dari pejabat senior Jepang terkait isu keamanan yang diangkat dalam tawaran tersebut. Seven & i sebelumnya diklasifikasikan sebagai entitas “inti” dalam keamanan nasional Jepang pada bulan September. Meski begitu, Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa klasifikasi ini tidak akan menjadi hambatan untuk potensi akuisisi.

Pemilik jaringan toko serba ada 7-Eleven itu telah menolak tawaran Couche-Tard. Saat ini, keluarga pendiri Seven & i sedang dalam pembicaraan untuk menjadikan perusahaan tersebut privat demi menghadapi upaya pengambilalihan.

“Berbicara mengenai potensi akuisisi Seven & i, saya rasa hal ini sangat terkait dengan keamanan nasional,” ujar Akazawa di Japan National Press Club.

Ia menekankan bahwa jaringan distribusi dan toko serba ada seperti 7-Eleven memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat saat terjadi bencana, misalnya untuk menyediakan makanan hangat bagi wilayah terdampak.

“Jika bisnis toko serba ada milik Seven & i berada di tangan asing dan hanya dikelola untuk keuntungan, kita perlu mempertimbangkan banyak hal, seperti apakah kita akan mendapatkan dukungan penuh saat rakyat kita menderita akibat bencana,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya proteksionisme global atas dasar keamanan nasional, seperti keputusan Presiden AS Joe Biden yang memblokir tawaran $14,9 miliar Nippon Steel untuk U.S. Steel.

Ketika ditanya mengenai potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), Akazawa mempertanyakan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah normal. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan moneter sepenuhnya merupakan wewenang BOJ.

“Bank sentral mungkin ingin memiliki kelonggaran kebijakan dengan ruang lebih untuk pemotongan suku bunga yang dapat dilakukan jika terjadi keadaan darurat,” ungkapnya.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara

15 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News