Menu ✖

Dark Mode
Menteri Pertanian Jepang Minta Maaf atas Pernyataan Soal Pemotongan Anggaran Jalan Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan” Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

News

7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional

badge-check


					7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional Perbesar

Menteri Ekonomi Jepang, Ryosei Akazawa, menyatakan bahwa potensi akuisisi asing terhadap raksasa ritel Jepang Seven & i akan memiliki keterkaitan erat dengan keamanan nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, menanggapi tawaran pembelian senilai $47 miliar dari Alimentation Couche-Tard, perusahaan asal Kanada.

Komentar tersebut menjadi pernyataan publik pertama dari pejabat senior Jepang terkait isu keamanan yang diangkat dalam tawaran tersebut. Seven & i sebelumnya diklasifikasikan sebagai entitas “inti” dalam keamanan nasional Jepang pada bulan September. Meski begitu, Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa klasifikasi ini tidak akan menjadi hambatan untuk potensi akuisisi.

Pemilik jaringan toko serba ada 7-Eleven itu telah menolak tawaran Couche-Tard. Saat ini, keluarga pendiri Seven & i sedang dalam pembicaraan untuk menjadikan perusahaan tersebut privat demi menghadapi upaya pengambilalihan.

“Berbicara mengenai potensi akuisisi Seven & i, saya rasa hal ini sangat terkait dengan keamanan nasional,” ujar Akazawa di Japan National Press Club.

Ia menekankan bahwa jaringan distribusi dan toko serba ada seperti 7-Eleven memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat saat terjadi bencana, misalnya untuk menyediakan makanan hangat bagi wilayah terdampak.

“Jika bisnis toko serba ada milik Seven & i berada di tangan asing dan hanya dikelola untuk keuntungan, kita perlu mempertimbangkan banyak hal, seperti apakah kita akan mendapatkan dukungan penuh saat rakyat kita menderita akibat bencana,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya proteksionisme global atas dasar keamanan nasional, seperti keputusan Presiden AS Joe Biden yang memblokir tawaran $14,9 miliar Nippon Steel untuk U.S. Steel.

Ketika ditanya mengenai potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), Akazawa mempertanyakan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah normal. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan moneter sepenuhnya merupakan wewenang BOJ.

“Bank sentral mungkin ingin memiliki kelonggaran kebijakan dengan ruang lebih untuk pemotongan suku bunga yang dapat dilakukan jika terjadi keadaan darurat,” ungkapnya.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menteri Pertanian Jepang Minta Maaf atas Pernyataan Soal Pemotongan Anggaran Jalan

6 October 2026 - 10:10 WIB

Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan”

6 October 2026 - 08:03 WIB

Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika

5 October 2026 - 18:10 WIB

Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang

5 October 2026 - 11:10 WIB

Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang

5 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News