Menu ✖

Dark Mode
Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal Anime Yaiba: Samurai Legend Umumkan Musim Kedua Tayang Januari 2027

News

7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional

badge-check


					7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional Perbesar

Menteri Ekonomi Jepang, Ryosei Akazawa, menyatakan bahwa potensi akuisisi asing terhadap raksasa ritel Jepang Seven & i akan memiliki keterkaitan erat dengan keamanan nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, menanggapi tawaran pembelian senilai $47 miliar dari Alimentation Couche-Tard, perusahaan asal Kanada.

Komentar tersebut menjadi pernyataan publik pertama dari pejabat senior Jepang terkait isu keamanan yang diangkat dalam tawaran tersebut. Seven & i sebelumnya diklasifikasikan sebagai entitas “inti” dalam keamanan nasional Jepang pada bulan September. Meski begitu, Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa klasifikasi ini tidak akan menjadi hambatan untuk potensi akuisisi.

Pemilik jaringan toko serba ada 7-Eleven itu telah menolak tawaran Couche-Tard. Saat ini, keluarga pendiri Seven & i sedang dalam pembicaraan untuk menjadikan perusahaan tersebut privat demi menghadapi upaya pengambilalihan.

“Berbicara mengenai potensi akuisisi Seven & i, saya rasa hal ini sangat terkait dengan keamanan nasional,” ujar Akazawa di Japan National Press Club.

Ia menekankan bahwa jaringan distribusi dan toko serba ada seperti 7-Eleven memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat saat terjadi bencana, misalnya untuk menyediakan makanan hangat bagi wilayah terdampak.

“Jika bisnis toko serba ada milik Seven & i berada di tangan asing dan hanya dikelola untuk keuntungan, kita perlu mempertimbangkan banyak hal, seperti apakah kita akan mendapatkan dukungan penuh saat rakyat kita menderita akibat bencana,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya proteksionisme global atas dasar keamanan nasional, seperti keputusan Presiden AS Joe Biden yang memblokir tawaran $14,9 miliar Nippon Steel untuk U.S. Steel.

Ketika ditanya mengenai potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), Akazawa mempertanyakan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah normal. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan moneter sepenuhnya merupakan wewenang BOJ.

“Bank sentral mungkin ingin memiliki kelonggaran kebijakan dengan ruang lebih untuk pemotongan suku bunga yang dapat dilakukan jika terjadi keadaan darurat,” ungkapnya.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir

24 September 2026 - 10:10 WIB

Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas

24 September 2026 - 10:10 WIB

KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek

24 September 2026 - 07:04 WIB

Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

23 September 2026 - 16:10 WIB

Jepang Kaji Penggunaan Robot Humanoid Ber-AI untuk Pertahanan Non-Tempur

23 September 2026 - 13:10 WIB

Trending on News