Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional

badge-check


					7-Eleven akan Dibeli Pemilik Circle K, Jepang Pertimbangkan Soal Ekonomi dan Keamanan Nasional Perbesar

Menteri Ekonomi Jepang, Ryosei Akazawa, menyatakan bahwa potensi akuisisi asing terhadap raksasa ritel Jepang Seven & i akan memiliki keterkaitan erat dengan keamanan nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, menanggapi tawaran pembelian senilai $47 miliar dari Alimentation Couche-Tard, perusahaan asal Kanada.

Komentar tersebut menjadi pernyataan publik pertama dari pejabat senior Jepang terkait isu keamanan yang diangkat dalam tawaran tersebut. Seven & i sebelumnya diklasifikasikan sebagai entitas “inti” dalam keamanan nasional Jepang pada bulan September. Meski begitu, Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa klasifikasi ini tidak akan menjadi hambatan untuk potensi akuisisi.

Pemilik jaringan toko serba ada 7-Eleven itu telah menolak tawaran Couche-Tard. Saat ini, keluarga pendiri Seven & i sedang dalam pembicaraan untuk menjadikan perusahaan tersebut privat demi menghadapi upaya pengambilalihan.

“Berbicara mengenai potensi akuisisi Seven & i, saya rasa hal ini sangat terkait dengan keamanan nasional,” ujar Akazawa di Japan National Press Club.

Ia menekankan bahwa jaringan distribusi dan toko serba ada seperti 7-Eleven memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat saat terjadi bencana, misalnya untuk menyediakan makanan hangat bagi wilayah terdampak.

“Jika bisnis toko serba ada milik Seven & i berada di tangan asing dan hanya dikelola untuk keuntungan, kita perlu mempertimbangkan banyak hal, seperti apakah kita akan mendapatkan dukungan penuh saat rakyat kita menderita akibat bencana,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya proteksionisme global atas dasar keamanan nasional, seperti keputusan Presiden AS Joe Biden yang memblokir tawaran $14,9 miliar Nippon Steel untuk U.S. Steel.

Ketika ditanya mengenai potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), Akazawa mempertanyakan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah normal. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan moneter sepenuhnya merupakan wewenang BOJ.

“Bank sentral mungkin ingin memiliki kelonggaran kebijakan dengan ruang lebih untuk pemotongan suku bunga yang dapat dilakukan jika terjadi keadaan darurat,” ungkapnya.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News