Menu

Dark Mode
Kata Jepang yang Dipakai Saat Menenangkan Orang Manga Spin-off “Jujutsu Kaisen ≡” Resmi Berakhir, Volume Terakhir Rilis 1 Mei Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi Lebih dari 100 Warga Jepang Dievakuasi dari Timur Tengah dan Tiba di Jepang Manga “Bless” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV oleh A-1 Pictures, Tayang pada 2027

News

78% Pasangan Menikah di Jepang Tidak Membahas Perubahan Nama Keluarga Sebelum Menikah

badge-check


					78% Pasangan Menikah di Jepang Tidak Membahas Perubahan Nama Keluarga Sebelum Menikah Perbesar

Sebuah survei terbaru mengungkap bahwa tiga dari empat pasangan menikah di Jepang tidak pernah mendiskusikan siapa yang akan mengubah nama keluarga sebelum menikah, meskipun hukum Jepang mewajibkan pasangan untuk menggunakan nama keluarga yang sama.

Survei ini dilakukan secara online pada Oktober 2024 oleh Profesor Asako Miura dari Sekolah Pascasarjana Psikologi Sosial Universitas Osaka, dengan melibatkan sekitar 1.500 responden di seluruh Jepang. Dari jumlah tersebut, 726 orang yang sudah menikah (375 pria dan 351 wanita) ditanyai apakah mereka pernah berdiskusi mengenai nama keluarga yang akan digunakan setelah menikah.

Hasil Utama Survei:

  • 78% (566 orang) tidak pernah membahas perubahan nama keluarga.
  • 17% (126 orang) membahasnya sebelum menikah.
  • 5% (34 orang) tidak ingat apakah mereka pernah membicarakannya.

Namun, diskusi lebih sering terjadi ketika suami yang mengganti nama keluarganya:

  • 47% pasangan (27 dari 58 kasus) yang suaminya mengganti nama keluarga membahasnya terlebih dahulu.
  • Hanya 20% pasangan (132 dari 668 kasus) yang istrinya mengganti nama keluarga membahasnya sebelum menikah.

Tekanan Sosial terhadap Perempuan

Survei ini dirilis pada 21 Februari oleh tim hukum yang mendukung gugatan class action yang menyerukan sistem pilihan untuk penggunaan nama keluarga terpisah bagi pasangan menikah di Jepang.

Meskipun beberapa pihak berpendapat bahwa sistem saat ini tidak diskriminatif karena pasangan bisa memilih nama keluarga siapa yang digunakan, kenyataannya 95% pasangan mengambil nama keluarga suami.

Pengacara Motoki Taniguchi dari tim hukum menyoroti bahwa banyak perempuan menyerah menggunakan nama keluarga mereka tanpa diskusi karena tekanan sosial. Sementara itu, pengacara Tetsuya Miura menambahkan bahwa meskipun ada pasangan yang berdiskusi, fakta bahwa mayoritas perempuan tetap mengganti nama keluarga mereka menunjukkan adanya pengaruh norma sosial yang kuat.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi

9 March 2026 - 11:10 WIB

Lebih dari 100 Warga Jepang Dievakuasi dari Timur Tengah dan Tiba di Jepang

9 March 2026 - 10:10 WIB

Sake Pertama yang Difermentasi di Luar Angkasa Tiba di Jepang, Akan Dijual Rp11 Miliar per Botol

7 March 2026 - 12:10 WIB

Dua Warga Jepang Ditahan di Iran, Pemerintah Jepang Minta Pembebasan Segera

7 March 2026 - 10:10 WIB

Musim Sakura 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal, Tokyo Mulai Mekar 19 Maret

7 March 2026 - 07:01 WIB

Trending on News