Menu

Dark Mode
Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

Teknologi

Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif

badge-check


					Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif Perbesar

Teknisi Jepang di PLTN Fukushima yang rusak telah mengirim robot remote control ke salah satu gedung reaktor yang terdampak sebagai bagian dari persiapan untuk mengangkat puing-puing radioaktif.

Tingkat radiasi yang sangat tinggi membuat pengangkatan bahan bakar meleleh dan puing-puing lainnya dari pembangkit listrik yang hancur akibat tsunami tahun 2011 menjadi tantangan terbesar dalam proyek penghentian operasional (dekomisioning) yang akan berlangsung selama beberapa dekade.

Sekitar 880 ton material berbahaya masih tersisa di dalam PLTN Fukushima, lokasi salah satu kecelakaan nuklir terburuk di dunia setelah tsunami akibat gempa bermagnitudo 9,0 pada 2011.

Seorang juru bicara TEPCO, operator pembangkit tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan telah mengerahkan dua robot — “Spot” dan “Packbot” — ke salah satu gedung reaktor yang rusak pada Selasa lalu untuk mengukur tingkat radiasi.

Keduanya dilengkapi dengan dosimeter (alat pengukur radiasi), sementara “Spot” — yang berbentuk menyerupai anjing — juga dipasangi kamera.

Hasil penyelidikan ini akan digunakan untuk menentukan “metode pengambilan puing bahan bakar skala penuh”, kata TEPCO dalam siaran persnya.

Stasiun TV publik NHK dan media lokal lain melaporkan bahwa survei ini akan berlangsung sekitar satu bulan.

Sebelumnya, dalam uji coba terbatas, sampel kecil material radioaktif berhasil diambil dengan alat khusus, namun pengambilan penuh dalam skala besar belum pernah dilakukan. Sampel-sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium penelitian untuk dianalisis.

Pada Juli lalu, TEPCO mengumumkan bahwa operasi besar untuk mengangkat puing-puing ditunda hingga setidaknya tahun 2037. Sebelumnya, perusahaan berencana memulainya pada awal 2030-an.

Jadwal baru ini menimbulkan keraguan terhadap target TEPCO dan pemerintah Jepang yang ingin menyatakan PLTN Fukushima resmi ditutup pada 2051.

Namun, bulan lalu TEPCO menegaskan bahwa tenggat waktu tersebut masih bisa dicapai, meskipun diakui akan menjadi tantangan yang berat.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Koji Mukai Kembali ke Film Mr. Osomatsu, Kini Jadi “Mantan Osomatsu”

13 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi