Menu ✖

Dark Mode
Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah Anime ‘Obocchama-kun Reborn’ Akan Tayang di Jepang pada 2027 Menteri Pertanian Jepang Minta Maaf atas Pernyataan Soal Pemotongan Anggaran Jalan Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan” Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang

Teknologi

Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif

badge-check


					Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif Perbesar

Teknisi Jepang di PLTN Fukushima yang rusak telah mengirim robot remote control ke salah satu gedung reaktor yang terdampak sebagai bagian dari persiapan untuk mengangkat puing-puing radioaktif.

Tingkat radiasi yang sangat tinggi membuat pengangkatan bahan bakar meleleh dan puing-puing lainnya dari pembangkit listrik yang hancur akibat tsunami tahun 2011 menjadi tantangan terbesar dalam proyek penghentian operasional (dekomisioning) yang akan berlangsung selama beberapa dekade.

Sekitar 880 ton material berbahaya masih tersisa di dalam PLTN Fukushima, lokasi salah satu kecelakaan nuklir terburuk di dunia setelah tsunami akibat gempa bermagnitudo 9,0 pada 2011.

Seorang juru bicara TEPCO, operator pembangkit tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan telah mengerahkan dua robot — “Spot” dan “Packbot” — ke salah satu gedung reaktor yang rusak pada Selasa lalu untuk mengukur tingkat radiasi.

Keduanya dilengkapi dengan dosimeter (alat pengukur radiasi), sementara “Spot” — yang berbentuk menyerupai anjing — juga dipasangi kamera.

Hasil penyelidikan ini akan digunakan untuk menentukan “metode pengambilan puing bahan bakar skala penuh”, kata TEPCO dalam siaran persnya.

Stasiun TV publik NHK dan media lokal lain melaporkan bahwa survei ini akan berlangsung sekitar satu bulan.

Sebelumnya, dalam uji coba terbatas, sampel kecil material radioaktif berhasil diambil dengan alat khusus, namun pengambilan penuh dalam skala besar belum pernah dilakukan. Sampel-sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium penelitian untuk dianalisis.

Pada Juli lalu, TEPCO mengumumkan bahwa operasi besar untuk mengangkat puing-puing ditunda hingga setidaknya tahun 2037. Sebelumnya, perusahaan berencana memulainya pada awal 2030-an.

Jadwal baru ini menimbulkan keraguan terhadap target TEPCO dan pemerintah Jepang yang ingin menyatakan PLTN Fukushima resmi ditutup pada 2051.

Namun, bulan lalu TEPCO menegaskan bahwa tenggat waktu tersebut masih bisa dicapai, meskipun diakui akan menjadi tantangan yang berat.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bar di Kyoto Punya Bartender Robot yang Dikendalikan Manusia dari Jarak Jauh

29 September 2026 - 12:10 WIB

Kota Utsunomiya Luncurkan Aplikasi “CHIKUWA!” untuk Ringankan Beban Pengurus Asosiasi Lingkungan

28 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Trending on Teknologi