Menu

Dark Mode
Festival Yosakoi Dimulai di Jepang, Ribuan Penari Tetap Semangat di Tengah Panas Bencana Tanah Longsor di Prefektur Nagano, Kemlu RI : Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Pokémon dan YOSHIKI Donasikan Ratusan Juta Yen untuk Korban Gempa Kumamoto WNI Berusia 20 Tahun Dikabarkan Hilang dari Kapal di Perairan Jepang, Diduga Jatuh ke Laut Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI

Teknologi

Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif

badge-check


					Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif Perbesar

Teknisi Jepang di PLTN Fukushima yang rusak telah mengirim robot remote control ke salah satu gedung reaktor yang terdampak sebagai bagian dari persiapan untuk mengangkat puing-puing radioaktif.

Tingkat radiasi yang sangat tinggi membuat pengangkatan bahan bakar meleleh dan puing-puing lainnya dari pembangkit listrik yang hancur akibat tsunami tahun 2011 menjadi tantangan terbesar dalam proyek penghentian operasional (dekomisioning) yang akan berlangsung selama beberapa dekade.

Sekitar 880 ton material berbahaya masih tersisa di dalam PLTN Fukushima, lokasi salah satu kecelakaan nuklir terburuk di dunia setelah tsunami akibat gempa bermagnitudo 9,0 pada 2011.

Seorang juru bicara TEPCO, operator pembangkit tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan telah mengerahkan dua robot — “Spot” dan “Packbot” — ke salah satu gedung reaktor yang rusak pada Selasa lalu untuk mengukur tingkat radiasi.

Keduanya dilengkapi dengan dosimeter (alat pengukur radiasi), sementara “Spot” — yang berbentuk menyerupai anjing — juga dipasangi kamera.

Hasil penyelidikan ini akan digunakan untuk menentukan “metode pengambilan puing bahan bakar skala penuh”, kata TEPCO dalam siaran persnya.

Stasiun TV publik NHK dan media lokal lain melaporkan bahwa survei ini akan berlangsung sekitar satu bulan.

Sebelumnya, dalam uji coba terbatas, sampel kecil material radioaktif berhasil diambil dengan alat khusus, namun pengambilan penuh dalam skala besar belum pernah dilakukan. Sampel-sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium penelitian untuk dianalisis.

Pada Juli lalu, TEPCO mengumumkan bahwa operasi besar untuk mengangkat puing-puing ditunda hingga setidaknya tahun 2037. Sebelumnya, perusahaan berencana memulainya pada awal 2030-an.

Jadwal baru ini menimbulkan keraguan terhadap target TEPCO dan pemerintah Jepang yang ingin menyatakan PLTN Fukushima resmi ditutup pada 2051.

Namun, bulan lalu TEPCO menegaskan bahwa tenggat waktu tersebut masih bisa dicapai, meskipun diakui akan menjadi tantangan yang berat.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi