Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Peneliti di Universitas Kyoto Kembangkan Protein Baru untuk Cegah Sel Kanker

badge-check


					Cancer cells, illustration. Perbesar

Cancer cells, illustration.

Kelompok riset dari Universitas Kyoto berhasil mengembangkan protein baru bernama Crunch (Connector for Removal of Unwanted Cell Habitat) yang dapat menandai sel kanker sehingga lebih mudah dihapus oleh sistem imun.

Setiap hari, lebih dari 10 miliar sel dalam tubuh manusia menjalankan fungsinya, mati, lalu dibersihkan oleh sel imun yang disebut makrofag. Namun, ketika sel yang tidak lagi dibutuhkan menumpuk akibat penuaan atau faktor lain, hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker dan penyakit autoimun.

Protein Crunch bekerja dengan menempel pada sel-sel yang tidak diinginkan, memudahkan makrofag untuk mengenali dan membuangnya. Struktur protein ini dapat dimodifikasi agar menargetkan berbagai jenis sel berbahaya.

Dalam percobaan pada tikus yang menderita kanker kulit atau penyakit autoimun, protein Crunch terbukti menekan pertumbuhan sel berbahaya atau mengurangi jumlahnya. Temuan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional Nature Biomedical Engineering.

Tim riset berharap dapat memulai uji klinis pada manusia dalam tiga tahun ke depan, dengan tujuan penerapan praktis teknologi ini pada dekade 2030-an.

“Sel kanker saat ini dibunuh melalui kemoterapi atau sel imun sebelum akhirnya dibersihkan,” ujar Profesor Jun Suzuki, pakar biologi membran sel. Ia menambahkan bahwa protein Crunch “akan memungkinkan sel kanker disingkirkan secara efektif selagi masih hidup, membuka kemungkinan bentuk pengobatan baru.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News