Menu

Dark Mode
SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

News

Peneliti di Universitas Kyoto Kembangkan Protein Baru untuk Cegah Sel Kanker

badge-check


					Cancer cells, illustration. Perbesar

Cancer cells, illustration.

Kelompok riset dari Universitas Kyoto berhasil mengembangkan protein baru bernama Crunch (Connector for Removal of Unwanted Cell Habitat) yang dapat menandai sel kanker sehingga lebih mudah dihapus oleh sistem imun.

Setiap hari, lebih dari 10 miliar sel dalam tubuh manusia menjalankan fungsinya, mati, lalu dibersihkan oleh sel imun yang disebut makrofag. Namun, ketika sel yang tidak lagi dibutuhkan menumpuk akibat penuaan atau faktor lain, hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker dan penyakit autoimun.

Protein Crunch bekerja dengan menempel pada sel-sel yang tidak diinginkan, memudahkan makrofag untuk mengenali dan membuangnya. Struktur protein ini dapat dimodifikasi agar menargetkan berbagai jenis sel berbahaya.

Dalam percobaan pada tikus yang menderita kanker kulit atau penyakit autoimun, protein Crunch terbukti menekan pertumbuhan sel berbahaya atau mengurangi jumlahnya. Temuan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional Nature Biomedical Engineering.

Tim riset berharap dapat memulai uji klinis pada manusia dalam tiga tahun ke depan, dengan tujuan penerapan praktis teknologi ini pada dekade 2030-an.

“Sel kanker saat ini dibunuh melalui kemoterapi atau sel imun sebelum akhirnya dibersihkan,” ujar Profesor Jun Suzuki, pakar biologi membran sel. Ia menambahkan bahwa protein Crunch “akan memungkinkan sel kanker disingkirkan secara efektif selagi masih hidup, membuka kemungkinan bentuk pengobatan baru.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Trending on News