Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

JAL Perketat Aturan: Pilot dengan Gangguan Fungsi Hati Akan Diskors Usai Kasus Mabuk Sebelum Terbang

badge-check


					JAL Perketat Aturan: Pilot dengan Gangguan Fungsi Hati Akan Diskors Usai Kasus Mabuk Sebelum Terbang Perbesar

Japan Airlines Co. (JAL) pada Selasa (17/9) mengumumkan akan menangguhkan pilot berisiko tinggi jika fungsi hati mereka menurun melewati batas tertentu, sebagai bagian dari langkah penguatan keselamatan setelah insiden keterlambatan penerbangan internasional akibat kasus minum alkohol oleh seorang pilot.

Langkah pencegahan ini diajukan JAL menyusul kasus pada Agustus lalu, ketika seorang pilot mengonsumsi alkohol dan gagal mengoperasikan penerbangan dari Hawaii ke Jepang. Kementerian Transportasi Jepang kemudian menegur JAL dan memintanya melaporkan langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Menurut JAL, sejauh ini enam pilot telah diskors dari tugas terbang.

Maskapai tersebut mengakui bahwa kebijakan sebelumnya untuk mencegah konsumsi alkohol sebelum penerbangan tidak efektif. Bahkan, pihak manajemen mengaku bersalah karena memberlakukan aturan ketat secara sepihak tanpa konsultasi yang memadai dengan pihak serikat pekerja.

Dalam laporan yang dirilis Selasa, JAL menyatakan akan membentuk kerangka konsultatif dengan serikat pekerja untuk membahas cara terbaik dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan.

Awalnya, manajemen berencana mewajibkan pilot menandatangani pernyataan tertulis untuk tidak terlibat dalam masalah alkohol. Namun, rencana itu menuai penolakan internal.

Kasus terbaru terjadi ketika seorang pilot JAL minum tiga gelas bir besar (masing-masing 568 ml) sehari sebelum jadwal penerbangan dari Honolulu menuju Bandara Chubu, Nagoya, pada 28 Agustus.

Keesokan harinya, perangkat tes mendeteksi alkohol hingga 60 kali berturut-turut. Pilot tersebut mengaku merasa tidak sehat dan melaporkan telah minum sehari sebelumnya. Akibatnya, penerbangan yang seharusnya ia kemudikan terlambat sekitar dua jam, sementara dua penerbangan lain menuju Haneda dari Honolulu juga tertunda lebih dari 18 jam. Pilot itu kemudian dipecat.

Menurut JAL, pilot tersebut sudah pernah ditandai sebagai individu dengan risiko alkohol tinggi sejak tujuh tahun lalu, tetapi kala itu ia berjanji akan berhenti.

Selain itu, Kementerian Transportasi juga memberi peringatan setelah sejumlah pilot JAL ketahuan berusaha menutupi konsumsi alkohol berlebihan sebelum terbang.

Meski ada pilot yang beralasan bahwa minum dalam batas tertentu membantu mereka rileks setelah penerbangan panjang, JAL menegaskan akan tetap menegakkan larangan minum alkohol bagi pilot selama masa dinas di luar negeri.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News