Menu

Dark Mode
Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras Penumpang Shinkansen Tokaido Naik Selama Golden Week, Tembus 4,9 Juta Orang Lexus Luncurkan SUV Listrik 3 Baris Pertama, Siap Rilis di Jepang Musim Dingin Dua Karateka Indonesia Raih Prestasi di Turnamen Internasional Jepang Film Reboot Live-Action Resident Evil Rilis Trailer Perdana, Tayang September 2026 Manga Romance Kontroversial “Kanojo no Tomodachi” Resmi Dapat Adaptasi Anime Tahun 2026

News

JAL Perketat Aturan: Pilot dengan Gangguan Fungsi Hati Akan Diskors Usai Kasus Mabuk Sebelum Terbang

badge-check


					JAL Perketat Aturan: Pilot dengan Gangguan Fungsi Hati Akan Diskors Usai Kasus Mabuk Sebelum Terbang Perbesar

Japan Airlines Co. (JAL) pada Selasa (17/9) mengumumkan akan menangguhkan pilot berisiko tinggi jika fungsi hati mereka menurun melewati batas tertentu, sebagai bagian dari langkah penguatan keselamatan setelah insiden keterlambatan penerbangan internasional akibat kasus minum alkohol oleh seorang pilot.

Langkah pencegahan ini diajukan JAL menyusul kasus pada Agustus lalu, ketika seorang pilot mengonsumsi alkohol dan gagal mengoperasikan penerbangan dari Hawaii ke Jepang. Kementerian Transportasi Jepang kemudian menegur JAL dan memintanya melaporkan langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Menurut JAL, sejauh ini enam pilot telah diskors dari tugas terbang.

Maskapai tersebut mengakui bahwa kebijakan sebelumnya untuk mencegah konsumsi alkohol sebelum penerbangan tidak efektif. Bahkan, pihak manajemen mengaku bersalah karena memberlakukan aturan ketat secara sepihak tanpa konsultasi yang memadai dengan pihak serikat pekerja.

Dalam laporan yang dirilis Selasa, JAL menyatakan akan membentuk kerangka konsultatif dengan serikat pekerja untuk membahas cara terbaik dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan.

Awalnya, manajemen berencana mewajibkan pilot menandatangani pernyataan tertulis untuk tidak terlibat dalam masalah alkohol. Namun, rencana itu menuai penolakan internal.

Kasus terbaru terjadi ketika seorang pilot JAL minum tiga gelas bir besar (masing-masing 568 ml) sehari sebelum jadwal penerbangan dari Honolulu menuju Bandara Chubu, Nagoya, pada 28 Agustus.

Keesokan harinya, perangkat tes mendeteksi alkohol hingga 60 kali berturut-turut. Pilot tersebut mengaku merasa tidak sehat dan melaporkan telah minum sehari sebelumnya. Akibatnya, penerbangan yang seharusnya ia kemudikan terlambat sekitar dua jam, sementara dua penerbangan lain menuju Haneda dari Honolulu juga tertunda lebih dari 18 jam. Pilot itu kemudian dipecat.

Menurut JAL, pilot tersebut sudah pernah ditandai sebagai individu dengan risiko alkohol tinggi sejak tujuh tahun lalu, tetapi kala itu ia berjanji akan berhenti.

Selain itu, Kementerian Transportasi juga memberi peringatan setelah sejumlah pilot JAL ketahuan berusaha menutupi konsumsi alkohol berlebihan sebelum terbang.

Meski ada pilot yang beralasan bahwa minum dalam batas tertentu membantu mereka rileks setelah penerbangan panjang, JAL menegaskan akan tetap menegakkan larangan minum alkohol bagi pilot selama masa dinas di luar negeri.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

8 May 2026 - 13:10 WIB

Penumpang Shinkansen Tokaido Naik Selama Golden Week, Tembus 4,9 Juta Orang

8 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup

7 May 2026 - 14:10 WIB

Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik

6 May 2026 - 15:10 WIB

4 WNI Pendaki Berhasil Diselamatkan dari Gunung Ainodake, Dua Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

6 May 2026 - 13:10 WIB

Trending on News