Menu ✖

Dark Mode
Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

Teknologi

JR Central Uji Coba Sistem AI untuk Analisis Penumpang di Shinkansen Tokaido, Picu Perdebatan Privasi

badge-check


					JR Central Uji Coba Sistem AI untuk Analisis Penumpang di Shinkansen Tokaido, Picu Perdebatan Privasi Perbesar

Perusahaan kereta JR Central (Central Japan Railway Co.) mengumumkan rencana uji coba penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis rekaman kamera keamanan di kereta peluru Shinkansen rute Tokaido pada bulan November mendatang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan layanan dan efisiensi operasional bagi para penumpang.

Menurut JR Central, uji coba akan berlangsung selama dua minggu, dari 1 hingga 14 November, dan mencakup seluruh jalur antara Tokyo dan Shin-Osaka. Setiap rangkaian kereta model N700S yang digunakan dalam tes akan dilengkapi enam kamera di gerbong 1, 6, dan 8.

Melalui kerja sama dengan Mitsubishi Electric Corp., sistem AI akan menganalisis gambar tubuh penuh penumpang, termasuk wajah, untuk mengidentifikasi atribut seperti jenis kelamin, kelompok usia, tujuan perjalanan, hingga apakah penumpang merupakan turis asing. Data ini diklaim akan membantu perusahaan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan penumpang.

Namun, meski informasi mengenai uji coba telah dipublikasikan di situs resmi JR Central sejak 30 September, perusahaan belum mengeluarkan siaran pers resmi, yang memunculkan perdebatan publik terkait transparansi dan privasi.

JR Central menegaskan bahwa proyek ini mematuhi hukum dan pedoman nasional yang berlaku, serta menyatakan bahwa data rekaman hanya akan digunakan untuk uji coba dan akan segera dihapus setelahnya.

“Kami akan menangani rekaman sesuai dengan panduan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri serta Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, dan telah memberikan pemberitahuan yang luas sebelumnya, sehingga tidak ada masalah,” ujar perwakilan JR Central.

Untuk penumpang yang tidak ingin direkam, JR Central menyarankan agar menghindari gerbong 1, 6, dan 8 selama periode uji coba. Perusahaan juga menyatakan akan menerima permintaan penghapusan rekaman bagi mereka yang terlanjur duduk di gerbong yang dipantau.

Uji coba ini menandai langkah baru dalam pemanfaatan teknologi AI di sektor transportasi Jepang, namun juga menimbulkan diskusi hangat tentang batas antara peningkatan layanan dan perlindungan privasi penumpang.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi