Memasuki musim gugur, kekhawatiran terhadap kemunculan beruang kembali meningkat di Jepang. Pada periode ini, beruang mulai mengumpulkan lebih banyak makanan sebagai persiapan menghadapi hibernasi. Akibatnya, hewan tersebut dapat semakin aktif dan menjelajah wilayah yang lebih luas untuk mencari makan, termasuk mendekati kawasan permukiman.
Untuk menghadapi ancaman serangan beruang yang menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Prefektur Akita meluncurkan kompetisi Bear-Tech Solution Contest pada awal tahun ini. Kompetisi tersebut mengundang dosen dan mahasiswa untuk mengajukan ide teknologi yang dapat membantu mengatasi masalah beruang.
Sebanyak 41 proposal masuk dalam kompetisi tersebut. Pada 13 Oktober, sejumlah gagasan yang dinilai menjanjikan dipresentasikan di Kota Akita. Salah satu ide yang menarik perhatian adalah robot anjing berkaki empat bernama Hacchan, yang dirancang untuk mengusir beruang tanpa melukai hewan tersebut.
Nama Hacchan terinspirasi dari Hachiko, anjing jenis Akita Inu yang terkenal di Jepang karena kesetiaannya kepada sang pemilik. Namun, robot ini bukan dirancang untuk menunggu pemiliknya pulang, melainkan meniru peran anjing pemburu Akita Inu yang dahulu menemani para pemburu tradisional di Prefektur Akita saat memasuki hutan.
Berbeda dari anjing pemburu sungguhan, Hacchan dikembangkan dengan pendekatan nonkekerasan. Robot ini direncanakan ditempatkan di area perbatasan antara lahan pertanian atau permukiman dan kawasan hutan.
Ketika kamera yang terpasang pada robot mendeteksi keberadaan beruang, pengeras suara internalnya akan memutar suara gonggongan anjing dengan keras. Suara tersebut diharapkan dapat menakuti beruang sehingga hewan itu menjauh dan kembali ke hutan.
Hacchan juga dirancang memiliki kemampuan berbagi data lokasi. Dengan fitur ini, satu robot dapat memanggil unit lain ke lokasi yang sama sehingga beberapa robot anjing dapat berkumpul dan menciptakan kehadiran yang lebih mengintimidasi bagi beruang.
Selain mengusir beruang, robot tersebut akan mengumpulkan data mengenai lokasi penampakan dan perilaku beruang. Informasi ini nantinya dapat digunakan untuk membangun basis data yang membantu robot melakukan patroli secara lebih efisien dan mandiri di sekitar batas permukiman.
Masayuki Yoshida, peneliti dari Pusat Kolaborasi Regional dan Promosi Penelitian Universitas Prefektur Akita yang memimpin pengembangan Hacchan, mengatakan timnya berharap dapat memulai pengujian robot tersebut di lapangan sebelum akhir tahun ini.
Jika pengujian berjalan sesuai harapan, Hacchan berpotensi menjadi salah satu solusi berbasis teknologi untuk membantu mengurangi risiko pertemuan antara manusia dan beruang di Jepang.
Sc : JT










