Menu ✖

Dark Mode
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

News

18 Penerbit Besar Jepang Serang OpenAI: “Sora2 Melanggar Hak Cipta Karya Kami

badge-check


					18 Penerbit Besar Jepang Serang OpenAI: “Sora2 Melanggar Hak Cipta Karya Kami Perbesar

Sebanyak 18 perusahaan penerbit Jepang pada Jumat (4/10) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam penggunaan sistem kecerdasan buatan Sora2 milik OpenAI, yang mampu menghasilkan video dan audio secara otomatis.

Dalam pernyataan itu, mereka menegaskan bahwa Sora2 telah memproduksi konten yang menyerupai karya asli milik perusahaan-perusahaan tersebut — mulai dari gambar, karakter, hingga adegan yang dihasilkan melalui pelatihan mesin (machine learning).

Pernyataan itu juga dirilis bersama oleh Content Overseas Distribution Association (CODA), lembaga yang menaungi banyak penerbit besar Jepang dan bertugas melindungi hak cipta karya kreatif di luar negeri.


🔍 Diduga Gunakan Karya Berhak Cipta untuk Pelatihan AI

Menurut pernyataan tersebut, Sora2 diduga menggunakan karya berhak cipta tanpa izin untuk pelatihan datanya.
Hal ini menyebabkan hasil video dan gambar yang dibuat AI tampak sangat mirip dengan karya asli para penerbit.

Masalah lain adalah sistem “opt-out” yang digunakan OpenAI — artinya, semua karya secara default dapat digunakan oleh sistem hingga pemiliknya secara khusus meminta untuk dihapus.
Namun, di bawah hukum hak cipta Jepang, setiap karya kreatif dilindungi otomatis dan membutuhkan izin eksplisit untuk digunakan, sehingga sistem opt-out dinilai melanggar hukum Jepang.


⚖️ Tuntutan dan Peringatan Hukum

CODA dan 18 penerbit tersebut meminta agar OpenAI segera menghentikan penggunaan karya anggota mereka tanpa izin untuk pelatihan AI.
Mereka juga mendesak agar OpenAI:

  1. Mengubah sistemnya menjadi opt-in (memerlukan izin eksplisit).

  2. Membuka transparansi data pelatihan AI.

  3. Memberikan kompensasi yang layak bagi pemilik hak cipta yang mengizinkan karyanya digunakan.

Dalam pernyataan itu, para penerbit menegaskan bahwa mereka tidak menolak perkembangan teknologi AI, tetapi tidak akan mentolerir pelanggaran hak cipta.
Mereka juga menyatakan siap mengambil langkah hukum jika permintaan mereka diabaikan.


🏢 Perusahaan yang Terlibat

Berikut daftar 18 penerbit dan organisasi yang menandatangani pernyataan bersama tersebut:

  • Akita Shoten

  • Ichijinsha

  • Ohzora Publishing Co.

  • Kadokawa

  • Coamix

  • Kodansha

  • Shogakukan

  • Shonengahosha

  • Shinchosha

  • Square Enix

  • Takeshobo

  • TO Books

  • Nihon Bungeisha

  • Hakusensha

  • Futabasha

  • Houbunsha

  • LEED Publishing

  • Nihon Mangaka Kyokai (Asosiasi Kartunis Jepang)

OpenAI meluncurkan Sora2 pada 30 September 2025, sebagai versi lanjutan dari Sora — sistem AI generatif yang mampu membuat video dan audio dari deskripsi teks.
Namun sejak awal peluncurannya, Sora2 telah menuai kritik global, terutama dari industri kreatif yang khawatir karya mereka digunakan tanpa izin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News