Menu

Dark Mode
Macross Frontier x Top Gun: Maverick: Tamashii Nations Rilis Valkyrie Edisi Kolaborasi Jepang Bakal Wajibkan Bukti Sertifikasi Kemampuan Bahasa Jepang Setara N2 untuk Visa Gijinkoku Pasca Penusukan di Ikebukuro, Pokémon Center Jepang Batalkan Semua Event April Survey: Anak Laki-laki di Jepang Ingin Jadi Polisi, Perempuan Masih Favoritkan Toko Kue Rencana Hadiah Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kekhawatiran Diskriminasi Game Baru Sword Art Online: Echoes of Aincrad Umumkan Jadwal Rilis dan Detail Edisi

News

Pemerintah Jepang Bentuk Markas Strategi Populasi untuk Atasi Krisis Jumlah Penduduk

badge-check


					Pemerintah Jepang Bentuk Markas Strategi Populasi untuk Atasi Krisis Jumlah Penduduk Perbesar

Pemerintah Jepang telah membentuk sebuah organisasi baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menangani krisis populasi di negara tersebut, dan menggelar pertemuan pertama dengan para menteri terkait.

Badan komando baru bernama “Markas Strategi Populasi” ini akan mengoordinasikan berbagai kebijakan, termasuk pelaksanaan langkah-langkah untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, memberikan dukungan bagi pengasuhan anak, serta mendorong revitalisasi daerah.

“Kami akan secara komprehensif menerapkan langkah-langkah untuk menghadapi depopulasi demi menciptakan masyarakat yang memungkinkan setiap orang tinggal di tempat yang mereka pilih,” kata Takaichi, secara khusus menyinggung tantangan yang dihadapi wilayah-wilayah regional di Jepang.

Ia menambahkan bahwa organisasi ini akan mempertimbangkan dukungan bagi pemerintah kota dalam mengatasi penurunan jumlah penduduk, sekaligus berupaya menghidupkan kembali perekonomian daerah.

Langkah-langkah konkret akan dibahas oleh Badan Anak dan Keluarga, Kantor Kabinet, dan kementerian terkait lainnya di bawah koordinasi badan komando tersebut.

Organisasi ini dibentuk setelah Partai Demokratik Liberal yang berkuasa dan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang, menyepakati pembentukan satuan tugas penurunan populasi di dalam pemerintahan pada Oktober lalu.

Dalam pidato kebijakannya setelah menjabat pada 21 Oktober, Takaichi menggambarkan penyusutan populasi sebagai “masalah terbesar Jepang” dan berkomitmen menghadirkan kerangka kerja konkret untuk mempertimbangkan langkah penanganannya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Bakal Wajibkan Bukti Sertifikasi Kemampuan Bahasa Jepang Setara N2 untuk Visa Gijinkoku

6 April 2026 - 17:30 WIB

Pasca Penusukan di Ikebukuro, Pokémon Center Jepang Batalkan Semua Event April

6 April 2026 - 16:10 WIB

Survey: Anak Laki-laki di Jepang Ingin Jadi Polisi, Perempuan Masih Favoritkan Toko Kue

6 April 2026 - 15:10 WIB

Rencana Hadiah Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kekhawatiran Diskriminasi

6 April 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

3 April 2026 - 12:10 WIB

Trending on News