Menu

Dark Mode
Jalan Tol di Kumamoto Rusak Akibat Gempa, Perbaikan Diperkirakan Butuh Minimal 2 Tahun 35 Persen Anak Muda Jepang Tak Berniat Menikah, Khawatir soal Penghasilan hingga Kehilangan Waktu Luang Toyohiro Akiyama, Orang Jepang Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa, Meninggal Dunia Jepang Akan Luncurkan Kereta Wisata Mewah dengan Sajian Masakan Prancis Hampir 5.000 Produk Makanan dan Minuman di Jepang Akan Naik Harga pada September Game Mobile Attack on Titan: Brave Order Akan Tutup Layanan pada 28 September

News

Pemerintah Jepang Bentuk Markas Strategi Populasi untuk Atasi Krisis Jumlah Penduduk

badge-check


					Pemerintah Jepang Bentuk Markas Strategi Populasi untuk Atasi Krisis Jumlah Penduduk Perbesar

Pemerintah Jepang telah membentuk sebuah organisasi baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menangani krisis populasi di negara tersebut, dan menggelar pertemuan pertama dengan para menteri terkait.

Badan komando baru bernama “Markas Strategi Populasi” ini akan mengoordinasikan berbagai kebijakan, termasuk pelaksanaan langkah-langkah untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, memberikan dukungan bagi pengasuhan anak, serta mendorong revitalisasi daerah.

“Kami akan secara komprehensif menerapkan langkah-langkah untuk menghadapi depopulasi demi menciptakan masyarakat yang memungkinkan setiap orang tinggal di tempat yang mereka pilih,” kata Takaichi, secara khusus menyinggung tantangan yang dihadapi wilayah-wilayah regional di Jepang.

Ia menambahkan bahwa organisasi ini akan mempertimbangkan dukungan bagi pemerintah kota dalam mengatasi penurunan jumlah penduduk, sekaligus berupaya menghidupkan kembali perekonomian daerah.

Langkah-langkah konkret akan dibahas oleh Badan Anak dan Keluarga, Kantor Kabinet, dan kementerian terkait lainnya di bawah koordinasi badan komando tersebut.

Organisasi ini dibentuk setelah Partai Demokratik Liberal yang berkuasa dan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang, menyepakati pembentukan satuan tugas penurunan populasi di dalam pemerintahan pada Oktober lalu.

Dalam pidato kebijakannya setelah menjabat pada 21 Oktober, Takaichi menggambarkan penyusutan populasi sebagai “masalah terbesar Jepang” dan berkomitmen menghadirkan kerangka kerja konkret untuk mempertimbangkan langkah penanganannya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalan Tol di Kumamoto Rusak Akibat Gempa, Perbaikan Diperkirakan Butuh Minimal 2 Tahun

2 September 2026 - 11:10 WIB

35 Persen Anak Muda Jepang Tak Berniat Menikah, Khawatir soal Penghasilan hingga Kehilangan Waktu Luang

2 September 2026 - 09:40 WIB

Toyohiro Akiyama, Orang Jepang Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa, Meninggal Dunia

2 September 2026 - 06:48 WIB

Jepang Akan Luncurkan Kereta Wisata Mewah dengan Sajian Masakan Prancis

2 September 2026 - 06:32 WIB

Hampir 5.000 Produk Makanan dan Minuman di Jepang Akan Naik Harga pada September

1 September 2026 - 18:10 WIB

Trending on News