Menu

Dark Mode
Festival Yosakoi Dimulai di Jepang, Ribuan Penari Tetap Semangat di Tengah Panas Bencana Tanah Longsor di Prefektur Nagano, Kemlu RI : Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Pokémon dan YOSHIKI Donasikan Ratusan Juta Yen untuk Korban Gempa Kumamoto WNI Berusia 20 Tahun Dikabarkan Hilang dari Kapal di Perairan Jepang, Diduga Jatuh ke Laut Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI

Teknologi

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

badge-check


					Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang Perbesar

Kementerian Kesehatan Jepang akan mulai menguji penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis gambar X-ray dalam skrining kanker. Langkah ini bertujuan mengurangi beban kerja dokter tanpa mengorbankan akurasi diagnosis.

Rencana ini telah disetujui oleh panel ahli pada 23 Maret.

Saat ini, pedoman pemerintah untuk skrining kanker paru-paru, lambung, dan payudara mewajibkan sistem “double-check”, di mana setidaknya dua dokter harus memeriksa setiap hasil X-ray guna mencegah kesalahan diagnosis.

Namun, sistem ini menyebabkan kekurangan tenaga dokter dan meningkatkan beban kerja tenaga medis. Selain itu, aturan double-check untuk kanker paru sudah diterapkan lebih dari 30 tahun, sementara teknologi AI untuk mendeteksi kelainan pada gambar medis kini telah berkembang pesat.

Dalam uji coba yang diusulkan, AI akan terlebih dahulu menganalisis gambar. Jika AI mendeteksi kemungkinan adanya kelainan, satu dokter saja akan melakukan penilaian lanjutan untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih detail—tanpa perlu pemeriksaan oleh dokter kedua.

Sementara itu, untuk hasil yang dinilai normal oleh AI, sistem double-check oleh dua dokter tetap akan diterapkan seperti sebelumnya.

Detail terkait waktu pelaksanaan, metode, dan mekanisme evaluasi masih akan ditentukan setelah mempertimbangkan masukan dari para ahli.

Dalam keputusan terpisah pada pertemuan yang sama, komite juga menyetujui perubahan kebijakan untuk skrining kanker usus besar. Jumlah sampel dalam tes darah samar pada feses akan dikurangi dari dua menjadi satu, mengikuti pedoman terbaru tahun 2024 dari National Cancer Center Japan yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam akurasi antara penggunaan satu atau dua sampel.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi