Menu

Dark Mode
Film Live-Action Gundam Siap Syuting, Deretan Aktor Hollywood Ikut Gabung! Anime Tune In to the Midnight Heart Resmi Lanjut ke Season 2! Rusa “Nyasar” di Osaka Akhirnya Ditangkap, Tak Bisa Dipulangkan ke Nara Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungan Kenegaraan ke Jepang 29-31 Maret 2026 Harga BBM Jepang Turun Tajam Usai Tembus Rekor, Disubsidi Besar-Besaran Salah Orang Selama 16 Tahun, Pemerintah Kota di Jepang Minta Maaf Setelah Pungut Uang Pajak dari Orang yang Salah

Teknologi

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

badge-check


					Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang Perbesar

Kementerian Kesehatan Jepang akan mulai menguji penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis gambar X-ray dalam skrining kanker. Langkah ini bertujuan mengurangi beban kerja dokter tanpa mengorbankan akurasi diagnosis.

Rencana ini telah disetujui oleh panel ahli pada 23 Maret.

Saat ini, pedoman pemerintah untuk skrining kanker paru-paru, lambung, dan payudara mewajibkan sistem “double-check”, di mana setidaknya dua dokter harus memeriksa setiap hasil X-ray guna mencegah kesalahan diagnosis.

Namun, sistem ini menyebabkan kekurangan tenaga dokter dan meningkatkan beban kerja tenaga medis. Selain itu, aturan double-check untuk kanker paru sudah diterapkan lebih dari 30 tahun, sementara teknologi AI untuk mendeteksi kelainan pada gambar medis kini telah berkembang pesat.

Dalam uji coba yang diusulkan, AI akan terlebih dahulu menganalisis gambar. Jika AI mendeteksi kemungkinan adanya kelainan, satu dokter saja akan melakukan penilaian lanjutan untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih detail—tanpa perlu pemeriksaan oleh dokter kedua.

Sementara itu, untuk hasil yang dinilai normal oleh AI, sistem double-check oleh dua dokter tetap akan diterapkan seperti sebelumnya.

Detail terkait waktu pelaksanaan, metode, dan mekanisme evaluasi masih akan ditentukan setelah mempertimbangkan masukan dari para ahli.

Dalam keputusan terpisah pada pertemuan yang sama, komite juga menyetujui perubahan kebijakan untuk skrining kanker usus besar. Jumlah sampel dalam tes darah samar pada feses akan dikurangi dari dua menjadi satu, mengikuti pedoman terbaru tahun 2024 dari National Cancer Center Japan yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam akurasi antara penggunaan satu atau dua sampel.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi