Menu ✖

Dark Mode
Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

Teknologi

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

badge-check


					Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang Perbesar

Kementerian Kesehatan Jepang akan mulai menguji penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis gambar X-ray dalam skrining kanker. Langkah ini bertujuan mengurangi beban kerja dokter tanpa mengorbankan akurasi diagnosis.

Rencana ini telah disetujui oleh panel ahli pada 23 Maret.

Saat ini, pedoman pemerintah untuk skrining kanker paru-paru, lambung, dan payudara mewajibkan sistem “double-check”, di mana setidaknya dua dokter harus memeriksa setiap hasil X-ray guna mencegah kesalahan diagnosis.

Namun, sistem ini menyebabkan kekurangan tenaga dokter dan meningkatkan beban kerja tenaga medis. Selain itu, aturan double-check untuk kanker paru sudah diterapkan lebih dari 30 tahun, sementara teknologi AI untuk mendeteksi kelainan pada gambar medis kini telah berkembang pesat.

Dalam uji coba yang diusulkan, AI akan terlebih dahulu menganalisis gambar. Jika AI mendeteksi kemungkinan adanya kelainan, satu dokter saja akan melakukan penilaian lanjutan untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih detail—tanpa perlu pemeriksaan oleh dokter kedua.

Sementara itu, untuk hasil yang dinilai normal oleh AI, sistem double-check oleh dua dokter tetap akan diterapkan seperti sebelumnya.

Detail terkait waktu pelaksanaan, metode, dan mekanisme evaluasi masih akan ditentukan setelah mempertimbangkan masukan dari para ahli.

Dalam keputusan terpisah pada pertemuan yang sama, komite juga menyetujui perubahan kebijakan untuk skrining kanker usus besar. Jumlah sampel dalam tes darah samar pada feses akan dikurangi dari dua menjadi satu, mengikuti pedoman terbaru tahun 2024 dari National Cancer Center Japan yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam akurasi antara penggunaan satu atau dua sampel.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi