Honda Motor Co. mengumumkan akan mulai menjual mobil listrik (EV) yang diproduksi di China untuk pasar Jepang mulai Jumat ini. Ini menjadi pertama kalinya Honda membawa model EV buatan luar negeri (reverse import) untuk konsumen domestik.
Model yang diluncurkan adalah Insight generasi terbaru, berbasis SUV yang diproduksi melalui kerja sama antara Honda dan Dongfeng Motor Corp.. Mobil ini telah disesuaikan dengan spesifikasi untuk pasar Jepang, dengan target penjualan hingga 3.000 unit dan harga sekitar 5,5 juta yen (sekitar Rp550 jutaan).
Langkah ini diambil di tengah penyesuaian strategi kendaraan listrik Honda secara global. Sebelumnya, perusahaan mengumumkan pengurangan investasi di sektor EV hingga 2030 dari 10 triliun yen menjadi 7 triliun yen, akibat tekanan tarif tinggi di Amerika Serikat dan melemahnya permintaan EV secara global. Bahkan, pengembangan tiga model EV untuk pasar Amerika Utara juga dihentikan sementara.
Meski begitu, Honda Motor Co. tetap ingin memenuhi kebutuhan pasar Jepang yang mulai mencari kendaraan ramah lingkungan, apalagi pilihan EV di dalam negeri masih terbatas.
Menurut pihak Honda, Insight versi terbaru ini telah memenuhi standar keselamatan global serta menawarkan kualitas interior dan performa berkendara yang tinggi. Mobil ini juga diklaim memiliki jarak tempuh hingga 535 km dalam sekali pengisian daya, serta dilengkapi fitur kenyamanan seperti sistem pemanas pintar dan aroma diffuser di dalam kabin.
Menariknya, ini bukan pertama kali Honda menjual mobil buatan China di Jepang. Sebelumnya, mereka juga telah memasarkan minivan Odyssey dari produksi China.
Saat ini, Honda hanya memiliki dua model EV di Jepang—keduanya adalah mobil kecil (kei car). Ke depan, Honda juga berencana merilis model EV kompak baru bernama “Super-ONE” pada akhir Mei.
Selain memperkaya pilihan produk, strategi impor balik ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan utilisasi pabrik Honda di China yang saat ini mengalami penurunan penjualan.
Sebagai tambahan, Honda juga berencana mulai mengimpor dua model buatan Amerika Serikat ke Jepang pada paruh kedua 2026, sebagai bagian dari strategi memperluas lini produknya.
Sc : JT










