Menu

Dark Mode
Arc Baru Re Season 4 Mulai Tayang 12 Agustus Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik? Film Chiikawa Resmi Tayang di Indonesia Mulai 28 Agustus Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun

Teknologi

Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional

badge-check


					A table tennis robot built by Sony maneuvers to hit the ball back to its human opponent, Akito Saeki, during a match in Tokyo, Dec. 2025. (Sony AI via AP) Perbesar

A table tennis robot built by Sony maneuvers to hit the ball back to its human opponent, Akito Saeki, during a match in Tokyo, Dec. 2025. (Sony AI via AP)

Sebuah robot yang dilengkapi raket pingpong atau tenis meja menunjukkan kemampuan luar biasa hingga mampu menjadi lawan tangguh bagi pemain elit, bahkan sesekali berhasil mengalahkan mereka. Hal ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang menunjukkan bagaimana perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat robot semakin gesit.

Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony, mengembangkan lengan robot bernama “Ace” dan mengujinya melawan atlet profesional. Robot ini terbukti menjadi lawan yang seimbang, meskipun memiliki keunggulan non-manusia seperti sembilan kamera yang ditempatkan di sekitar lapangan serta kemampuan melacak logo bola untuk mengukur putaran (spin).

Robot tersebut mempelajari cara bermain melalui metode AI yang disebut reinforcement learning, yaitu belajar dari pengalaman. Menurut peneliti Sony AI, Peter Dürr, tidak mungkin memprogram robot secara manual untuk bermain pingpong, sehingga robot harus belajar sendiri dari pengalaman bermain.

Untuk pengujian, Sony membangun lapangan pingpong berstandar Olimpiade di markasnya di Tokyo agar atlet manusia dan robot bermain dalam kondisi yang setara. Beberapa atlet mengaku terkejut dengan kemampuan robot tersebut.

Sony menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya robot mencapai level permainan setara manusia ahli dalam olahraga kompetitif yang dimainkan di dunia nyata—sebuah pencapaian penting dalam penelitian AI dan robotika.

Robot ini memiliki delapan sendi yang memungkinkan pergerakan fleksibel, mulai dari mengatur posisi raket, melakukan pukulan, hingga merespons bola dengan cepat. Kecepatan dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama teknologi ini.

Presiden Sony AI, Michael Spranger, menjelaskan bahwa berbeda dengan robot di pabrik yang hanya mengulang gerakan yang sama, teknologi ini memungkinkan robot beradaptasi dalam lingkungan yang terus berubah.

Ia juga menekankan bahwa tujuan pengembangan ini bukan membuat robot “superhuman” yang menang karena kecepatan semata, tetapi robot yang bisa bermain secara adil dan menang melalui strategi, pengambilan keputusan, serta keterampilan.

Penelitian AI sebelumnya banyak berfokus pada permainan seperti catur atau video game, namun memindahkan kemampuan AI ke dunia fisik menjadi tantangan yang jauh lebih besar.

Meski mengesankan, beberapa ahli menilai robot ini memiliki keunggulan besar dari sisi teknologi penglihatan dan deteksi gerakan, sehingga manusia mungkin kesulitan menandinginya.

Dalam pengujian terbaru, robot Ace bahkan berhasil mengalahkan hampir semua pemain tingkat tinggi yang menghadapinya, menunjukkan bahwa batas antara kemampuan manusia dan mesin semakin tipis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi