Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Ujicoba Uji Mesin Pesawat Hypersonic Mach 5, Tokyo ke Amerika Cuma 2 Jam

badge-check


					Ujicoba Uji Mesin Pesawat Hypersonic Mach 5, Tokyo ke Amerika Cuma 2 Jam Perbesar

Badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), mengumumkan keberhasilan uji darat mesin ramjet Mach 5 untuk pesawat eksperimental hypersonic. Pengumuman tersebut disampaikan pada 16 April 2026 bersama tim peneliti dari Waseda University, University of Tokyo, dan Keio University.

Pengujian dilakukan di fasilitas uji ramjet milik JAXA di Kakuda Space Center, Prefektur Miyagi. Dalam eksperimen ini, para peneliti mensimulasikan kondisi penerbangan Mach 5, atau sekitar lima kali kecepatan suara.

Pesawat eksperimental sepanjang dua meter ditempatkan di dalam fasilitas pengujian untuk menguji kemampuan mesin, sistem pendingin panas, serta struktur pelindung panas dalam kondisi ekstrem.

Pada kecepatan Mach 5, suhu udara di sekitar badan pesawat dapat mencapai sekitar 1.000 derajat Celsius akibat gesekan dan tekanan udara tinggi.

Meski begitu, JAXA menyatakan mereka berhasil mengembangkan struktur pesawat yang mampu menjaga suhu internal tetap mendekati normal sehingga seluruh sistem elektronik di dalam pesawat tetap dapat berfungsi dengan baik.

Pengujian ini juga berhasil menunjukkan kemampuan pembakaran mesin ramjet serta pengoperasian permukaan kendali pesawat dalam kondisi hypersonic.

Berbeda dengan mesin jet biasa, mesin ramjet tidak memiliki bagian berputar dan sepenuhnya mengandalkan kecepatan tinggi pesawat untuk memampatkan udara masuk. Karena itu, mesin jenis ini baru dapat bekerja optimal saat pesawat sudah melaju sangat cepat.

Dalam pengujian tersebut, hidrogen digunakan sebagai bahan bakar karena memiliki pembakaran yang sangat cepat dan panas, sehingga cocok untuk kondisi Mach 5.

Jika berhasil diterapkan pada pesawat komersial di masa depan, kecepatan Mach 5 secara teori memungkinkan perjalanan dari Tokyo ke New York ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam.

JAXA mengatakan teknologi hypersonic di masa depan berpotensi memangkas waktu penerbangan Jepang-Amerika Serikat menjadi sekitar dua jam saja.

Tahap berikutnya dari proyek ini kemungkinan akan melibatkan pengujian penerbangan nyata menggunakan roket sounding untuk membawa pesawat eksperimental mencapai kondisi Mach 5 di udara.

JAXA juga melihat teknologi ini dapat dikembangkan untuk pesawat luar angkasa yang mampu mencapai ketinggian mendekati 100 kilometer, yaitu batas dekat luar angkasa.

Para peneliti menargetkan teknologi ini bisa dikomersialkan pada dekade 2040-an.

Keberhasilan pengujian ini juga menambah persaingan global dalam pengembangan teknologi hypersonic, termasuk dengan perusahaan Amerika Serikat seperti Hermeus dan Boom Supersonic, serta berbagai proyek hypersonic lain yang dikembangkan China.

Meski masih berada pada tahap pengujian teknologi dan belum mendekati layanan penumpang komersial, hasil ini dianggap sebagai langkah penting yang menunjukkan ambisi hypersonic Jepang mulai bergerak menuju jalur pengembangan yang realistis.

Sc : FNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News