Menu

Dark Mode
WN China Ditangkap karena Jalankan Taksi Ilegal di Jepang, Raup Ratusan Juta Yen WNI di Jepang Ditangkap Lagi, Diduga Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan karena Takut Kehilangan Pekerjaan Live-Action GTO Kembali! Onizuka Hadapi Sekolah Era Media Sosial, Kini Tayang di Netflix Proyek Kereta Maglev Jepang Maju, Tapi Baru Bisa Beroperasi Paling Cepat Tahun 2036 Kaiji Kembali! Film Live-Action Baru Resmi Tayang Januari 2027 Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Resmi Dapat Adaptasi Anime, Tayang Tahun Depan

News

Jepang Kirim Personel Pasukan Bela Diri ke Markas Dukungan NATO untuk Ukraina

badge-check


					Jepang Kirim Personel Pasukan Bela Diri ke Markas Dukungan NATO untuk Ukraina Perbesar

Kementerian Pertahanan Jepang pada hari Jumat mengumumkan pengiriman empat personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) ke markas NATO Security Assistance and Training for Ukraine (NSATU) di Jerman. Ini menjadi penugasan pertama personel Jepang ke markas tersebut.

NSATU didirikan pada tahun 2024 dan memiliki sekitar 700 staf. Markas ini bertugas mengoordinasikan pengiriman perlengkapan militer dan pelatihan bagi Ukraina yang diberikan oleh negara-negara anggota maupun mitra NATO.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Jepang juga mengumumkan bahwa Jepang telah memberikan kontribusi sekitar 14,7 juta dolar AS untuk program NATO yang digunakan dalam pembelian perlengkapan bagi Ukraina. Dana dari Jepang akan digunakan untuk pengadaan peralatan non-mematikan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyampaikan apresiasinya melalui media sosial X. Ia mengucapkan terima kasih kepada Jepang atas kontribusinya dalam program yang dikenal sebagai PURL dan menyatakan bahwa Jepang telah banyak membantu Ukraina sejak awal invasi besar-besaran Rusia.

Dalam konferensi pers pada Jumat pagi, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan bahwa penugasan personel SDF akan membantu memperkuat kemampuan pertahanan Jepang dengan mempelajari berbagai pelajaran dari perang Ukraina, termasuk bentuk-bentuk peperangan modern.

Perang Rusia-Ukraina sendiri dikenal luas sebagai konflik berskala besar pertama yang banyak memanfaatkan drone dalam operasi militer.

Koizumi juga mengatakan bahwa keamanan kawasan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik kini tidak dapat dipisahkan, serta menyebut penugasan tersebut sebagai langkah yang semakin memperdalam kerja sama antara Jepang dan NATO.

Keempat personel Jepang akan mulai menjalankan tugas selama satu tahun mulai Senin depan di pangkalan militer Amerika Serikat di Wiesbaden, Jerman bagian barat.

Dua personel berasal dari Pasukan Bela Diri Darat, sementara masing-masing satu personel berasal dari Pasukan Bela Diri Laut dan Pasukan Bela Diri Udara.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, tugas mereka terutama berkaitan dengan koordinasi kegiatan dukungan dan bukan operasi tempur. Kementerian juga menegaskan bahwa tidak ada kemungkinan mereka terlibat langsung dalam pertempuran.

Rencana partisipasi Jepang dalam misi tersebut sebelumnya telah disampaikan pada April tahun lalu oleh Menteri Pertahanan saat itu, Gen Nakatani, dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WN China Ditangkap karena Jalankan Taksi Ilegal di Jepang, Raup Ratusan Juta Yen

23 July 2026 - 16:10 WIB

WNI di Jepang Ditangkap Lagi, Diduga Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan karena Takut Kehilangan Pekerjaan

23 July 2026 - 13:17 WIB

Proyek Kereta Maglev Jepang Maju, Tapi Baru Bisa Beroperasi Paling Cepat Tahun 2036

23 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Catat Hari “Panas Ekstrem” Pertama, Suhu Tembus 40°C dan Tewaskan Tiga Orang

22 July 2026 - 13:10 WIB

Kanada Resmi Bergabung sebagai Pengamat Proyek Jet Tempur Generasi Baru Jepang

22 July 2026 - 10:00 WIB

Trending on News