Jumlah mahasiswa dan pelajar asing di Jepang pada Mei 2025 mencapai rekor tertinggi sebanyak 408.069 orang. Angka tersebut melampaui target pemerintah Jepang yang sebelumnya menargetkan 400.000 mahasiswa asing baru akan tercapai pada tahun 2033.
Data tersebut dirilis oleh Japan Student Services Organization (JASSO).
Sementara itu, jumlah pelajar Jepang yang belajar di luar negeri pada tahun fiskal 2024 tercatat sebanyak 91.054 orang, naik 2,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Meski mengalami peningkatan, jumlah tersebut masih sekitar 80 persen dari puncak tertinggi yang pernah dicapai pada tahun 2018, yaitu 115.146 orang.
Menurut data tersebut, pelemahan nilai yen dan meningkatnya biaya hidup di luar negeri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pelajar Jepang yang memilih untuk belajar di luar negeri.
Pandemi COVID-19 sebelumnya sempat menyebabkan jumlah mahasiswa asing di Jepang turun drastis, dari sekitar 310.000 orang pada tahun 2019 menjadi sekitar 230.000 orang pada tahun 2022.
Namun dalam tiga tahun terakhir, jumlah mahasiswa asing kembali meningkat pesat hingga mencetak rekor baru.
Berdasarkan negara asal, mahasiswa asal China menjadi kelompok terbesar dengan 131.097 orang atau sekitar 30 persen dari total mahasiswa asing di Jepang.
Posisi berikutnya ditempati Nepal dengan 100.239 orang, disusul Vietnam sebanyak 43.366 orang.
JASSO juga mencatat peningkatan yang cukup signifikan dari negara-negara Asia Selatan dan Asia Barat, termasuk Sri Lanka.
Dari total 408.069 mahasiswa dan pelajar asing tersebut, sebanyak 156.593 orang terdaftar di universitas, sekolah pascasarjana, atau perguruan tinggi junior.
Sementara itu, 140.174 orang belajar di sekolah bahasa Jepang dan 106.829 orang menempuh pendidikan di sekolah kejuruan.
Pemerintah Jepang pada tahun 2023 menetapkan target untuk meningkatkan jumlah pelajar Jepang yang belajar di luar negeri menjadi 500.000 orang, serta meningkatkan jumlah mahasiswa asing di Jepang menjadi 400.000 orang.
Dengan capaian terbaru ini, target jumlah mahasiswa asing tersebut telah terlampaui sekitar delapan tahun lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan pemerintah.
Sc : JT








